Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan empat guru besar dari berbagai bidang strategis. Pengukuhan ini berlangsung pada Selasa (22/4/2025) yang menyoroti inovasi penting, mulai dari efisiensi energi, teknologi pengelasan, pengelolaan sungai berkelanjutan, hingga pengembangan produk pangan berbasis probiotik.
Pertama, Prof. Ir. Agung Sugeng Widodo, ST., MT., Ph.D, dikukuhkan sebagai Profesor ke-31 dari Fakultas Teknik dan Profesor ke-421 Universitas Brawijaya, Prof. Agung Sugeng Widodo berasal dari bidang ilmu Energi dan Pembakaran Gas. Ia memperkenalkan I-SMS (Inovasi Selubung Material dan Sirip), sebuah teknologi reflektor panas bersirip yang mampu meningkatkan efisiensi termal kompor hingga 8 persen.
“Penambahan sirip dan selubung material mampu menangkap dan memantulkan kembali panas ke sistem, menghasilkan efisiensi energi yang signifikan,” jelas Prof. Agung, saat jumpa pers, Rabu (16/4/2026).
Kedua, Prof. Dr. Ir. Sugiarto, ST., MT., tentang Teknologi EMF untuk Kualitas Sambungan Las. Ia menjadi Profesor ke-32 dari Fakultas Teknik dan Profesor ke-432 UB.
Prof. Sugiarto dikukuhkan dalam bidang Teknik Material dan Manufaktur. Ia mengembangkan teknologi Electromagnetic Force (EMF), yang dapat meningkatkan kualitas sambungan las tanpa meningkatkan panas las.
“Teknologi EMF memungkinkan sambungan yang lebih homogen dan kuat, serta menurunkan risiko cacat las,” paparnya.
Prof. Ir. Moh Sholichin, MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., membahas Model SMART-UB untuk Sungai Berkelanjutan. Sebagai Profesor aktif ke-33 dari Fakultas Teknik, Profesor aktif ke-245 di UB, dan Profesor ke-423 secara keseluruhan.
Prof. Moh Sholichin berasal dari bidang Ilmu Teknik Sumber Daya Air. Ia memperkenalkan konsep SMART-UB (Sustainable Mitigation Approach for River Transformation, Utilization, and Balance) yang telah teruji dalam studi kasus Sungai Brantas.
“SMART-UB mengintegrasikan mitigasi, transformasi, pemanfaatan, dan keseimbangan ekologis sungai dalam satu pendekatan komprehensif,” ujarnya.

Prof. Dr. Ir. Dwi Setijawati, M.Kes, membawa pidato soal Mikrokapsul Probiotik Berbasis Rumput Laut. Ia dikukuhkan sebagai Profesor aktif ke-26 dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Profesor aktif ke-246 di UB, dan Profesor ke-424 UB.
Prof. Dwi berasal dari bidang Teknologi Hasil Perikanan. Ia memperkenalkan model proses COSI PROMIKAP-UB, inovasi mikrokapsul probiotik Lactobacillus acidophilus berbasis rumput laut Eucheuma sp.
“Inovasi ini mempertahankan viabilitas probiotik dalam suhu tinggi dan memiliki potensi besar untuk aplikasi pangan fungsional maupun non-pangan,” jelasnya.
Dengan pengukuhan ini, UB menegaskan perannya sebagai institusi yang tak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aktif menjawab tantangan lingkungan, energi, dan ketahanan pangan melalui riset terapan. Keempat guru besar ini memperkaya ekosistem keilmuan dan simbol kontribusi UB bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (dan/but)






