Surabaya (beritajatim.com)- Puasa tak hanya menahan lapar dan haus saja namun yang terpenting adalah menahan segenap hawa nafsu manusia. Untuk lebih meningkatkan kualitas dalam berpuasa sebagai ibadah di ada 3 amalan sunnah yang bisa diamalkan.
Amalan sunnah ini tidak berat namun juga tidak ringan. Dari sekian ini salah satu yang mungkin berat adalah menjaga perkataan dan meminimalsiir ghibah.
Ustadz Muhammad Ulil Albab dari Pesantren Mansajul Ulum, Pati, Jawa Tengah menuturkan ketiga amalan sunnah yang bisa meningkatkan kualitas ibadah puasa Ramadhan yaitu menyegerakan waktu berbuka, mengakhirkan waktu sahur dan menjaga ucapan.
Melansir portal resmi NU salah satu amalan sunnah berupa menyegerakan berbuka puasa menurut Ustadz Ulil bahwa menyegerakan berbuka puasa merupakan sebuah perilaku ittiba’ (mengikuti) Rasulullah yang berpahala.
“Hal ini dapat dilakukan apabila telah diyakini waktu Maghrib telah masuk,” jelasnya.
Selanjutnya mengakhirkan waktu sahur. Ustadz Ulil juga menganjurkan umat Islam untuk mengakhirkan waktu sahur, sebagaimana keterangan yang disampaikan Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad Imam Ahmad halaman 147 yang berbunyi:
“Umatku dalam kebaikan, selama mereka mendahulukan berbuka dan mengakhirkan sahur. Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur. Jadi, makan sahur yang dipepetkan waktunya dengan saat adzan subuh itu semakin baik. Sebab batas akhir waktu sahur adalah saat masuk waktu shalat tersebut,” urainya.
Adapun poin terakhir amalan sunnah selama puasa yakni menjaga lisan dan ucapan.
Puasa merupakan kesempatan untuk membersihkan diri dari keburukan, sehingga hendaknya orang yang berpuasa menahan diri dari mengucapkan perkataan yang buruk, seperti ghibah dan mencaci orang lain.
“Jagalah ucapan dari perkataan-perkataan yang tidak bermanfaat, terlebih jika dapat mengurangi pahala puasa dan menimbulkan dosa,” jelas Ustadz Ulil. [aje]






