Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 24 dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) berhasil mendapatkan sertifikasi internasional Microsoft Certified Educator (MCE).
Sertifikasi ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan lewat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara optimal. Selama pelatihan, dosen dan tendik Unusa tidak hanya mempelajari penggunaan Microsoft Office 365 dan Microsoft Teams.
“Tapi bagaimana memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan manajemen pendidikan,” kata Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unusa Dr Muhammad Thamrin Hidayat, Sabtu (24/8/2024).
Capaian ini dinilai menjadi langkah strategis membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dengan perkembangan zaman. Di sisi lain, diraihnya sertifikasi ini sebagai bukti komitmen Unusa dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi.
“Penguasaan TIK oleh para pendidik adalah kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan dinamis, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan di Unusa,” jelas Thamrin.
Ketua Penanggungjawab Program Pelatihan PKKM S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unusa Pance Mariati MSn berharap dengan capaian ini, proses pembelajaran di Unusa akan lebih efektif, adaptif, dan sesuai kebutuhan mahasiswa di era digital.
“Kami juga berencana untuk terus mendorong peningkatan kompetensi para dosen dan tendik di Unusa melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi internasional lainnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, sertifikasi MCE ini akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Unusa dalam menghadapi tantangan globalisasi di dunia pendidikan. “Ini langkah penting mewujudkan visi Unusa sebagai institusi pendidikan unggul dan berdaya saing global,” tambahnya.
Sementara itu, Sri Hartatik MPd, salah satu dosen yang berhasil lulus sertifikasi MCE menyampaikan bahwa pelatihan ini telah membuka wawasan baru bagi para pendidik di Unusa.
Ia mengakui, banyak pengetahuan baru yang didapatkan tentang bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi mahasiswa.
“Sertifikasi ini juga menantang kami untuk berpikir kreatif dalam menyusun metode pengajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi,” tuturnya.
Untuk diketahui, MCE merupakan program sertifikasi global yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan para pendidik dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran.
Sertifikasi ini mengacu pada kerangka 21st Century Learning Design (21CLD), yang fokus pada pengembangan keterampilan kolaborasi, komunikasi, pemecahan masalah, kreativitas, dan berpikir kritis.
Adapun ke-24 dosen dan tendik Unusa peraih sertifikasi MCE antara lain Muhammad Thamrin Hidayat, Nafiah, Sri Hartatik, Dewi Widiana Rahayu, Pance Mariati, Syamsul Ghufron, Luluk Khoiriyah, Sukron Djazilan, Afib Rulyansah, Akhwani, Sunanto, Mustofa, dan Rudi Umar Susanto.
Kemudian, Agus Wahyudi, Siti Maghfirotun Amin, Hidayatul Khusnah, Riyan Sisiawan Putra, Abdul Haris Dwi Prasetiyo, Mega Fitria Nirwana, Aisyah Nur Afifah Maulidiyyah, Shinta Permanasari, Brian Purli Abrianto, Khikmatun Zainiyah, Lisa Tofiqotul Hidayah. [ipl/suf]






