Ringkasan Berita:
- Sebanyak 23 siswa Aliyah Pesantren Seblak Jombang diterima di PTN melalui jalur prestasi pada tahun 2026.
- Nyai Hj Ida Rohmah Susiani menegaskan hubungan guru dan santri tidak boleh putus meski sudah menjadi alumni.
- Total 157 siswa mengikuti wisuda Pondok dan Madrasah Salafiyah Syafi’iyah Seblak, termasuk santri MTs, Aliyah, dan madrasah diniyah.
Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak 23 siswa Aliyah Pondok dan Madrasah Salafiyah Syafi’iyah Seblak Diwek, Kabupaten Jombang, berhasil diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur prestasi.
Capaian tersebut disampaikan dalam acara wisuda purnasiswa yang digelar Sabtu (23/5/2026), bersamaan dengan pesan kepada para alumni agar tetap menjaga nama baik pesantren dan hubungan dengan guru.
Sekretaris Yayasan Khoiriyah Hasyim (YKH) Seblak, Dr Budi Suhariyanto, mengatakan tahun ini sebanyak 30 siswa Aliyah Seblak menerima beasiswa dari Baznas. “Sebanyak 23 di antaranya sudah diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) jalur prestasi,” imbuhnya.
Selain prestasi akademik, capaian juga diraih dalam bidang pendidikan Alquran. Bahkan 21 siswa Aliyah sudah lulus uji sertifikasi guru Alquran metode Ummi.
Ia berharap ilmu yang telah diperoleh selama mondok dapat bermanfaat dan ditularkan kepada masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Nyai Hj Ida Rohmah Susiani, pengurus Komisi Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antara guru dan murid meski sudah menjadi alumni.
Pengasuh Pesantren Alif Lam Mim Surabaya itu menegaskan tidak ada istilah mantan santri maupun mantan guru. “Hubungan itu akan selamanya terjalin meski sudah menjadi alumni,” ujarnya.
Perempuan yang juga pengurus Rabitah Ma’arif Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Timur ini menambahkan, alumni harus terus mencari ilmu meski telah meninggalkan pesantren. “Insya Allah mulai Juni 2026 nanti akan ada pengajian online bersama pengasuh Pesantren Seblak dan para kakak alumni,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan alumni agar tetap menjaga nama baik almamater dan memperkuat silaturahmi dengan pesantren. “Tetap sambung silaturahmi dengan Pesantren Seblak, mohon bisa hadir jika ada temu alumni,” ujarnya.
Acara wisuda turut dihadiri Kepala Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Jombang, sejumlah pengawas, serta para wali murid santri yang diwisuda.
Salah satu wali murid asal Malang, Abdul Wahid, mengaku bersyukur karena anaknya yang lulus Aliyah diterima di PTN jalur prestasi. “Di program studi Psikologi UIN Syaikh Wasil Kediri,” ujarnya.
Sementara itu, Humas Panitia Muhammad Abdul Chakim menjelaskan total terdapat 157 siswa yang mengikuti wisuda tahun ini. “Yang dari jenjang MTs sebanyak 91 siswa, dari Aliyah ada 47 siswa dan dari madrasah diniyah 19 santri,” ujarnya.
Untuk kategori wisudawan tahfiz, tahun ini belum ada peserta khatam penuh. “Tahfiznya belum ada tahun ini, tapi wisudawan 25, 15, 10 dan 5 juz serta binnadhar (metode membaca Alquran dengan cara melihat langsung ke tulisan pada mushaf),” pungkasnya. [suf]






