Ringkasan Berita:
- Pondok Pesantren Al Madienah Denanyar Jombang mewisuda 168 santri dan santriwati, termasuk 22 yang lolos PTN.
- Acara dihadiri pejabat Pemkab Jombang, kiai, tokoh agama, dan Kanwil Kemenag Jawa Timur, dilaksanakan dengan bahasa Inggris.
- Wisuda menekankan penguasaan ilmu agama, bahasa Inggris, kitab kuning, dan Tahfiz sebagai program unggulan pondok.
Jombang (beritajatim.com) – Pondok Pesantren Al Madienah Denanyar Jombang menggelar wisuda santri dan santriwati, Jumat (22/5/2026). Acara ini bukan sekadar momen kelulusan, tetapi juga menjadi pelepasan bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi setelah menguasai ilmu agama dan mahir berbahasa Inggris.
Wisuda yang digelar di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT) MAN 4 Jombang dihadiri oleh para kiai, tokoh agama, pejabat Pemkab Jombang, serta perwakilan Kementerian Agama wilayah Jawa Timur.
Acara dipimpin langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Madienah, KH M. Najib Muhammad, bersama Nyai Hj. Bariroh Aziz, dan dilaksanakan dengan khidmat menggunakan bahasa Inggris. Sebanyak 168 santri dan santriwati dari berbagai jurusan sekolah formal mengikuti prosesi wisuda ini.
KH M. Najib Muhammad menjelaskan bahwa rata-rata santri yang diwisuda telah menguasai ilmu agama serta bahasa Inggris yang menjadi bahasa wajib di pondok.
“Yang diwisuda 168 siswa dan siswi dari berbagai jurusan sekolah formalnya. Jenjang studi, yang lolos PTN (perguruan tinggi negeri) 22 santri. Kemudian ada yang di swasta dan luar negeri,” kata Gus Najib, panggilan akrabnya.
Program keagamaan salaf di pondok ini menggunakan bahasa Arab yang dipadukan dengan bahasa Jawa.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Purwanto, menyampaikan ucapan selamat kepada para santri kelas akhir. “Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan menuntut ilmu merupakan proses yang terus berjalan dan menjadi tanggung jawab untuk terus belajar, berkembang, serta memberi manfaat bagi sesama,” ujar Purwanto.
Ia juga menyatakan kebanggaannya terhadap kontribusi Ponpes Al Madienah dalam mencetak kader bangsa yang berkualitas dan berdaya saing, mulai dari tingkat pusat hingga desa.

Syaikhul Hadi, Kabag TU Kanwil Kemenag Jombang, menilai Ponpes Al Madienah Denanyar sebagai salah satu pondok pesantren yang membanggakan. Ia menekankan keunggulan pondok ini, termasuk penguasaan kitab kuning, pengembangan bahasa terutama bahasa Inggris, dan program Tahfiz.
“Itu merupakan program-program terbaik yang terus dimunculkan dan dipertahankan untuk anak-anak kita,” ujarnya.
Acara wisuda tidak hanya diisi pemberian ijazah, tetapi juga diramaikan oleh berbagai kreasi santri yang menghibur dan inspiratif. Ratusan wali santri hadir dengan antusiasme tinggi, mendoakan agar Ponpes Al Madienah terus mampu mencetak generasi berakhlak. [suf]






