Bojonegoro (beritajatim.com) – Jumlah kerusakan bangunan sekolah yang ada di Kabupaten Bojonegoro jumlahnya ratusan. Sedikitnya pada 2022 ada bangunan sekolah yang alami rusak sedang hingga berat sebanyak 227 bangunan sekolah dasar (SD).
Dari jumlah itu, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Bojonegoro menyebut telah melakukan rehab sebanyak 147 sekolah rusak sedang dan berat.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dindik Bojonegoro, Zamroni mengatakan, dari hasil asesmen pihak ketiga pada tahun 2022 didapati sebanyak 227 bangunan SD mengalami kerusakan sedang dan berat.
“Kemudian pada 2023 Dindik Bojonegoro melakukan rehab untuk 147 gedung. Sehingga masih tersisa 80 bangunan rusak yang belum direhab,” ujarnya, Rabu (3/1/2024).
Sementara, lanjut Zamroni, jumlah anggaran yang disediakan untuk perbaikan gedung sekolah yang rusak itu sebesar Rp40 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023.
Jumlah sekolah rusak yang disampaikan itu belum termasuk SDN Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro yang ambruk pada Rabu (3/1/2024) sekitar pukul 06.15 WIB pagi ini. Sebab baru dilaporkan pada bulan Desember 2023.
“Kami memang ada kendala di lapangan mengatasi permasalahan sekolah rusak, salah satunya adalah keterbatasan SDM,” lanjutnya.
Guna mengatasi kendala itu, mantan Kepala SMPN 5 Bojonegoro ini mengaku telah mengusulkan adanya bidang baru khusus sarpras di lingkup Disdik dan bukan sebagai salah satu seksi di bawah Bidang Dikdas.
Para staf dalam seksi sarpras disebutnya berlatar belakang bukan sarjana teknik, melainkan sarjana pendidikan. Oleh sebab itu pada 2024 diharapkan terbentuk bidang sarpras sehingga dapat melayani lebih maksimal dalam perbaikan gedung.
“Jadi Bidang Dikdas bisa lebih fokus mengurusi perihal mutu pendidikan, saat ini usulan pembentukan bidang sarpras tersebut sudah kami presentasikan di Ortala (Organisasi dan Tata Laksana) Pemkab Bojonegoro,” pungkas alumni IKIP PGRI Bojonegoro itu. [lus/ian]






