Bojonegoro (beritajatim.com) – Guru kelas 6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ngadiluwih Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro Ro’aini mengatakan, jauh hari sebelum atap ruang kelas 6 ambrol, mereka sudah diajukan renovasi ke Dinas Pendidikan (Dindik) setempat.
Pengajuan renovasi itu sudah diajukan lebih dari satu kali. Pertama dilakukan sekolah pada 2022, kemudian diajukan renovasi ringan lagi pada Februari 2023, dan Desember 2023 juga telah mengajukan renovasi.
“Setelah ambrol ini kepala sekolah tadi juga langsung mengajukan renovasi ke dinas pendidikan,” ujarnya, Rabu (3/1/2024).
Menurutnya, ruang kelas yang atapnya ambrol itu merupakan bangunan yang dibangun pada 2014. Ada dua ruangan yang dibangun pada tahun tersebut, yakni kelas 5 dan kelas 6. Keduanya kini mulai rusak. Satu atap ruang bahkan ambrol. Untuk ruang kelas 5 juga rusak dan kayunya mulai lapuk.
“Untuk dua ruang kelas itu sejak 15 Desember 2023 sudah dikosongkan. Karena kondisi bangunan sudah tidak memungkinkan untuk ditempati dan plafonnya sempat runtuh” jelasnya.
Sementara bangunan ruang kelas lain, atau tiga lokal dibangun pada 2012. Bangunan itu kini dipakai oleh 71 siswa yang ada di SDN Ngadiluwih Kecamatan Ngasem. Sementara siswa kelas 6 saat ini menempati ruang kelas 1 dan kelas 1 dipindah ke ruang perpustakaan untuk proses belajar mengajar.
Sedangkan siswa kelas 5 dipindah ke ruang kelas 2. Siswa kelas 5 dan kelas 2 ini melakukan proses belajar mengajar dalam satu ruangan dan hanya disekat. Dengan ambrolnya atap ruang kelas itu, pihaknya berharap segera mendapat penanganan dari Dinas Pendidikan setempat.
“Harapannya setelah ini diknas segera merealisasikan untuk pembangunan gedung. Sehingga sebelum tahun ajaran baru sudah rampung,” harapnya. [lus/but]






