Surabaya (beritajatim.com) – Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) adalah dua indikator penting yang menentukan batas bawah penghasilan pekerja di suatu daerah.
UMP ditetapkan untuk seluruh wilayah provinsi, sedangkan UMK berlaku spesifik di tingkat kabupaten atau kota. Kedua kebijakan ini bertujuan untuk memastikan pekerja mendapatkan upah yang cukup sesuai dengan standar kebutuhan hidup layak, sambil mempertimbangkan kondisi ekonomi di masing-masing daerah.
Setiap tahun, UMP dan UMK biasanya mengalami penyesuaian berdasarkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta masukan dari Dewan Pengupahan, yang merupakan bagian dari unsur pemerintah.
Jelang awal tahun 2025, kaum pekerja sudah berharap harap cemas mengenai berapa persen kenaikan UMK/UMP di kawasannya masing-masing tak terkecuali Kota/Kabupaten di Jawa Timur.
Pada akhir tahun 2023 lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mengumumkan kenaikan UMP dan UMK untuk tahun 2024. Setelah banyak usulan dari Anggota Dewan Pengupahan dan berbagai pertimbangan, UMP Jatim ditetapkan pada November 2023. Melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur Nomor 188/606/KPTS/013/2023, UMP Provinsi Jawa Timur ditetapkan sebesar Rp2.165.244,30.
Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 6,13% dari UMP tahun sebelumnya yang hanya berjrumlah Rp2.040.244,30.
Selain itu, UMK di Jawa Timur juga ditetapkan berdasarkan keputusan yang tertuang dalam SK Gubernur Jawa Timur Nomor 188/656/KPTS/013/2023, yang mengatur besaran upah minimum di masing-masing kabupaten dan kota.
Setiap daerah memiliki perbedaan dalam besaran UMK, disesuaikan dengan kondisi ekonomi lokal dan karakteristik pasar tenaga kerja.
Berikut merupakan daftar UMK di setiap Kabupaten dan Kota di Jawa Timur sepanjang tahun 2024:
1. UMK Kota Surabaya: Rp. 4.725.479,00
2. UMK Kabupaten Gresik: Rp. 4. .642.031,00
3. UMK Kabupaten Sidoarjo: Rp. 4.638.582,00
4. UMK Kabupaten Pasuruan: Rp. 4.635.133,00
5. UMK Kabupaten Mojokerto: Rp. 4,624.787,00
6. UMK Kabupaten Malang: Rp. 3.368.275,00
7. UMK Kota Malang: Rp 3.309.144,00
8. UMK Kota Pasuruan: Rp 3.138.838,00
9. UMK Kota Batu: Rp 3.155.367,00
10. UMK Kabupaten Jombang: Rp 2.945.544,00
11. UMK Kabupaten Probolinggo: Rp 2.806.955,00
12. UMK Kabupaten Tuban: Rp 2.864.225,00
13. UMK Kota Mojokerto: Rp 2.832.710,00
14. UMK Kabupaten Lamongan: Rp 2.828.323,00
15. UMK Kota Probolinggo: Rp 2.701.086,00
16. UMK Kabupaten Jember: Rp 2.665.392,00
17. UMK Kabupaten Banyuwangi: Rp 2.638.628,00
18. UMK Kota Kediri: Rp 2.415.362,00
19. UMK Kota Blitar: Rp 2.330.000,00
20. UMK Kabupaten Bojonegoro: Rp 2.371.016,00
21. UMK Kabupaten Tulungagung: Rp 2.320.000,00
22. UMK Kabupaten Lumajang: Rp 2.281.469,00
23. UMK Kota Madiun: Rp 2.274.277,00
24. UMK Kabupaten Kediri: Rp 2.340.668,00
25. UMK Kabupaten Nganjuk: Rp 2.258.455,00
26. UMK Kabupaten Sumenep: Rp 2.249.113,00
27. UMK Kabupaten Blitar: Rp 2.256.050,00
28. UMK Kabupaten Madiun: Rp 2.243.291,00
29. UMK KAbupaten Magetan: Rp 2.238.808,00
30. UMK Kabupaten Ponorogo: Rp 2.235.311,00
31. UMK Kabupaten Pamekasan: Rp 2.221.135,00
32. UMK Kabupaten Pacitan: Rp 2.199.337,00
33. UMK Kabupaten Sampang: Rp 2.182.861,00
34. UMK Kabupaten Ngawi: Rp 2.241.054,00
35. UMK Kabupaten Bondowoso: Rp 2.183.590,00
36. UMK KAbupaten Trenggalek: Rp 2.223.163,00
37. UMK Kabupaten SItubondo: Rp 2.172.287,00
38. UMK Kabupaten Bangkalan: Rp 2.240.701,00
Jadi berapa UMK 2025 di Kota/Kabupatenmu besok? [aje]







1 Komentar
UMK Situbondo