Blitar (beritajatim.com) – Dua atlet balap sepeda asal Kabupaten Blitar, Fandy Jolata dan Wiji Lestari menyumbangkan 2 medali emas dan 1 perunggu untuk Indonesia di ajang Track Asia Cup 2023 yang digelar di Thailand. Dua medali emas tersebut disumbangkan masing oleh Fandy Jolata di nomor Tim Sprint, dan Wiji Lestari di nomor Sprint 500 meter.
Sementara untuk medali perunggu juga disumbangkan oleh Wiji Lestari di nomor Kirin. Kedua pembalap sepeda tersebut mengalahkan beberapa atlet dari 8 negara yang bertanding di ajang Track Asia Cup 2023 seperti Korea, Hongkong , Uzbekistan, India, Thailand, Malaysia serta Saudi Arabia.
Ketua Harian Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Kabupaten Blitar, Gunawan Wibowo pun merasa bangga atas prestasi dua atlet asal Bumi Penataran tersebut. Ia pun bersyukur karena dua atlet balap sepeda asal Kabupaten Blitar bisa mengharumkan nama Indonesia di level Asia.
“Untuk Fandy Jolata mendapatkan medali emas di nomor Tim Sprint, dan Untuk sprint 500 Wiji Lestari mendapat medali emas dan untuk nomor kirin dapat medali perunggu,” ucap Gunawan, saat dikonfirmasi, Rabu (30/08/23).
Dalam ajang Track Asia Cup ini Kabupaten Blitar memang mengirimkan 1 pembalap laki-laki dan 1 perempuan, keduanya adalah Fandy Jolata dan Wiji Lestari. Fandy Jolata turun di 3 nomor yakni Tim Sprint, Sprint dan nomor Kilometer. Dari 3 nomor tersebut Fandy mampu mendapatkan satu medali emas di nomor Tim Sprint semetara di 2 nomor lainnya ia hanya mampu finish di babak perempat final.
“Jadi untuk Fandy Jolata itu bertanding untuk 3 nomor, nomor tim sprint dan nomor kilometer sama nomor sprint. Untuk tim sprint mendapatkan medali emas. Untuk di nomor kilometer dan nomor sprint hanya sampai perempat final,” jelas Gunawan.
Baca Juga: Tlogo Gentong di Lereng Kawi Blitar Akan Jadi Kampung Mati
Sementara untuk Wiji Lestari yang notabennya sebagai atlet perempuan Indonesia mampu mendapatkan 2 medali yakni emas dan perunggu. Medali emas diperoleh Wiji dari kelas Sprint 500 Meter, sementara untuk medali perunggu didapatkan atlet perempuan asal Kabupaten Blitar itu dari nomor Kirin.
“Untuk Wiji Lestari itu juga bermain di 3 nomor, yaitu sprint, sprint 500 dan kirin. Untuk sprint 500 Wiji Lestari mendapat medali emas dan untuk nomor kirin dapat medali perunggu,” jelasnya.
Perolehan medali emas Indonesia diprediksi akan bertambah, karena saat ini Wiji Lestari masih akan bertanding di babak final nomor Sprint 200 meter. Artinya minimal medali perunggu sudah ada di tangan Wiji, namun atlet asal Kabupaten Blitar itu menargetkan untuk memperoleh medali emas.
“Hari ini masih Wiji Lestari masih bertanding di Semifinal di nomor sprint 200 insyaallah besok final minimal medali perunggu dia bisa dapat,” tutupnya.
Kejuaran Track Asia Cup sendiri merupakan ajang balap sepeda di dalam ruangan atau velodrome. Ajang ini digunakan untuk mengamankan tiket ke turnamen Asian Games yang akan digelar pada bulan September mendatang di Hangzhou, China.
Ajang ini juga digunakan untuk mencari point agar Indonesia bisa ikut dalam gelaran Olimpiade 2024 yang akan digelar di Paris, Prancis. (owi/ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”blitar”]






