Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 66 kabupaten di Indonesia tidak memiliki rumah sakit. Pelayanan kesehatan hanya dilakukan oleh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Pemerintah pusat kemudian membanyun rumah sakit daerah secara bertahap. “Rumah sakit di Bengkulu sudah selesai. Rumah sakit di Sulawesi Selatan, di Riau, di Manggarai, Maluku Utara, Sumba, di Bolaang Mongondow, di berbagai tempat ini sudah selesai,” kata Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, di Jember, Jumat (24/7/2026).
Benjamin mengatakan, pembangunan terus dilakukan. “Tahun ini tambah dan tahun depan tambah, Jadi 66 rumah sakit. Tahun depan seluruh Indonesia tidak ada kabupaten yang enggak ada rumah sakitnya,” katanya.
Rencananya, Kementerian Kesehatan akan mulai merenovasi 400 rumah sakit daerah yang uzur. “Tapi bertahap, satu tahun 100 rumah sakit. Usulan dari rumah sakit-rumah sakit banyak yang sangat membutuhkan pertolongan diperbaiki,” kata Benjamin.
Kementerian Kesehatan juga akan merenovasi puskesmas-puskesmas. “Puskesmas-Puskesmas tua yang sudah sangat jelek itu akan direnovasi. Itu membutuhkan kerja sama. Maka kita harus tanya user-nya, sehingga selalu terjadi kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Kuncinya adalah koordinasi dan komunikasi,” kata Benjamin.
Menurut Benjamin, setiap rumah sakit di daerah akan berkembang sesuai kebutuhan masyarakat setempat. “Tugas kita Kementerian Kesehatan bersama setiap kabupaten kota adalah sinergi bersama. Kami setiap tahun men-support alat-alat, bahkan pembangunan,” katanya. [wir/ted]






