Pamekasan (beritajatim.com) – Bencana tanah gerak alias longsor yang melanda Desa Sana Dhaja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, mengakibatkan sedikitnya 16 unit rumah atau bangunan milik warga di dua dusun berbeda rusak berat dengan kondisi terbelah.
Kedua dusun tersebut masing-masing Dusun Bharak Gunung dan Dusun Peseset Timur, Sana Dhaja, Pasean. Hal tersebut dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Waru, dan sekitarnya, khususnya dalam beberapa hari terakhir.
Terlebih kondisi tanah yang labil juga membuat pergerakan tanah terus berlangsung hingga mengancam keselamatan warga di dua dusun tersebut. “Di Dusun Bharak Gunung ada 2 lokasi terdampak, setidaknya ada tiga rumah warga terdampak tanah gerak. Salah satunya rumah milik Bustamianto rusak pada bagian mushalla dan kamar mandi,” kata Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Senin (19/1/2026).
“Selain rumah Bustamino, ada juga rumah Moh Ali Hosnan yang mengalami kerusakan berat di bagian dapur dengan retakan kurang lebih sepanjang 35 meter, lebar 15 meter, dan kedalaman mencapai 1,5 meter,” ungkapnya.
Selain itu, kerusakan juga menimpa mushalla milik Syamsuddin yang mengalami rusak ringan pada bagian bangunan dengan panjang retakan sekitar 15 meter, lebar sekitar 10 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter.
Kerusakan terparah akibat tanah gerak di Desa Sana Dhaja terjadi di Dusun Paseset Timur. Setidaknya ada 13 rumah warga terdampak tanah gerak, yakni rumah milik Baisuni, Asmu’i, Siwa, Molyadi, Toyo, Samsuddin, Irsyad, Ja’in, Suhardi, Buani, Rusli, Fathor Rahman, dan Abd Aziz. Sisanya terjadi di Bharak Gunung.
“Secara keseluruhan total ada 16 unit bangunan atau rumah yang tersebar di dua dusun berbeda mengalami kerusakan akibat tanah gerak, 15 bangunan di antaranya mengalami rusak berat, dan 1 bangunan rusak ringan,” jelasnya.
Dari total 16 rumah atau Kepala Keluarga (KK) tersebut, terdapat sekitar 64 jiwa terkena dampak tanah gerak alias longsor di wilayah setempat. “Akibat kejadian ini, terdapat 13 KK yang saat ini mengungsi ke rumah kerabat terdekat karena kondisi bangunan rusak parah,” imbuhnya.
Berdasar data BPBD Pamekasan, luas area terdampak tanah gerak ini secara keseluruhan mencapai 3.483 M² (meter persegi). Warga di lokasi terdampak meski rumahnya tidak rusak diminta untuk mengungsi demi mengantisipasi kerusakan yang lebih parah karena tanah gerak masih terjadi.
Terlebih di desa setempat sudah terdapat tiga lokasi terdampak, di mana sebelumnya akses jalan di Dusun Laok Gunung, Sana Dhaja, Pasean, Pamekasan, juga mengalami retak dan lonsor dan saat ini tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. “Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menghindari lokasi rawan, serta segera melapor jika terjadi pergerakan tanah susulan,” imbaunya.
“Banyak warga yang rumahnya mengalami rusak parah, dan kami juga meminta mereka untuk sementara agar mengosongkan lokasi. Sebab selain muncul retakan tanah, lokasi ini juga sangat rawan longsor khususnya ketika turun hujan,” pungkasnya. [pin/ted]






