Pamekasan (beritajatim.com) – Intensitas hujan deras yang melanda wilayah Waru, Pamekasan, dan sekitarnya memicu terjadinya longsor di Dusun Laok Gunung, Desa Sana Dhaja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jumat (16/1/2026).
Plt Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengatakan peristiwa longsor sebenarnya sudah mulai terjadi sejak Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, pergerakan tanah semakin meluas sehari setelahnya seiring hujan lebat dengan intensitas tinggi yang kembali mengguyur kawasan tersebut.
“Pada awalnya longsor terjadi pada titik palengsengan di desa setempat, namun longsor semakin meluas hingga sekitar 50 meter panjang longsoran dengan lebar longsoran sekitar 40 meter,” kata Akhmad Dhofir Rosidi, Sabtu (17/1/2026).
Ia menjelaskan, longsor tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas dan kehidupan masyarakat setempat. Akses jalan desa dilaporkan lumpuh total akibat tertutup material longsoran.
“Akibat longsor ini, jalan desa lumpuh total, bahkan sekitar empat petak lahan pertanian warga juga terdampak longsor,” ungkapnya.
BPBD Pamekasan juga mencatat bahwa hingga Jumat kemarin kondisi tanah di lokasi masih bergerak dan berpotensi menimbulkan longsor susulan. Luas area terdampak longsor diperkirakan mencapai sekitar 1.146 meter persegi.
“Bahkan hingga kemarin, kondisi tanah masih bergerak dan masih terjadi longsor susulan. Beruntung peristiwa ini tidak mengakibatkan korban jiwa,” jelasnya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim BPBD Pamekasan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan asesmen guna mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
“Oleh karena itu kami sangat berharap seluruh masyarakat agar selalu waspada terhadap beragam jenis bencana, segera laporkan ke pihak berwenang setempat jika ada beragam potensi bencana,” pungkas Akhmad Dhofir Rosidi. [pin/beq]






