Surabaya (beritajatim.com) – Terhitung sejak 2008-2021, Indonesia telah memiliki 12 warisan budaya tak benda yang telah diakui oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), di antaranya;
Kesenian Wayang (2008)
Kesenian wayang sudah menjadi budaya terlebih bagi masyarakat Pulau Jawa. Adapun di antaranya terdiri dari wayang kulit dan golek. Kesenian yang dimainkan oleh seorang dalang ini biasanya diiringi dengan alunan musik gamelan. Sejak tahun 2008, Wayang sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.
Keris (2008)
Selain kesenian wayang, senjata tradisional keris juga telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda Indonesia pada 2008 lalu. Keris identik kerap dianggap sebagai pusaka oleh masyarakat Jawa. Benda ini berbentuk lancip pada bagian ujungnya dan pada bagian yang digenggam biasanya terbuat kayu. Keris juga dianggap sebagai benda supranatural yang memiliki kekuatan magis.
Batik (2009)
Batik merupakan kain yang dilukis dengan cairan lilin menggunakan alat bernama canting. Umumnya batik memiliki corak berupa tumbuhan, hewan, atau pola tertentu. Pada 2 Oktober 2009, batik diakui sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO. Semenjak itu pula, setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.
Pendidikan dan Pelatihan Batik (2009)
Bukan hanya produk batiknya saja, tetapi pendidikan dan pelatihan batik di Pekalongan juga telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Di mana Pekalongan juga dikenal sebagai Kota Batik, yang memprakarsai program pelatihan batik. Sehingga ke depannya, para generasi muda dapat tetap melestarikannya.
Angklung (2010)
Angklung merupakan alat musik pertama yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Benda yang terbuat dari bambu ini merupakan alat musik tradisional khas Jawa Barat.
Tari Saman (2011)
Tari Saman khas Aceh telah diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia pada 24 November 2011. Tarian ini biasanya digunakan sebagai media dakwah dan penyampaian pesan keagamaan.
Noken (2012)
Noken merupakan tas tradisional warga Papua. Umumnya terbuat dari serat kulit kayu yang dianyam. Kemudian cara penggunaannya dibawa menggunakan kepala. Oleh UNESCO, Noken telah dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.
Tiga genre tari tradisional Bali (2015)
Pada tahun 2015, tari tiga genre tari tradisional Bali, yang meliputi Wali, Bebali, dan Balih-balihan, telah diakui secara internasional sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.
Kapal Pinisi (2017)
Pada Desember 2017, UNESCO telah menetapkan seni pembuatan kapal pinisi sebagai warisan budaya yang lisan dan takbenda Indonesia. Kapal dengan jenis sistem layar ini digunakan oleh sebagian besar masyarakat Bulukumba, Sulawesi Selatan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sejarah”]
Pencak silat (2019)
Seni bela diri tradisional pencak silat telah dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda Nusantara. Umumnya pencak silat mengunggulkan gerakan tangan dan tendangan. Bahkan, kini olahraga pencak silat juga sudah dipertandingkan dalam skala internasional.
Pantun (2020)
Pantun merupakan salah satu bentuk karya sastra lama yang identik dengan sajak a-b-a-b. Masyarakat Indonesia tentu tidak asing dengan hal ini. Terlebih karena pantun kini sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.
Gamelan (2021)
Selain angklung, alat musik tradisional gamelan juga telah diakui sebagai warisan budaya takbenda, sejak 2021 lalu. Di mana alat musik ini kerap digunakan oleh masyarakat Jawa, Sunda, dan Bali. (fyi/ian)






