Lumajang (beritajatim.com) – Marbot masjid di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur patut berbahagia. Pemerintah Kabupaten Lumajang merencanakan pemberian insentif kepada 1.300 marbot mulai semester kedua tahun 2025 sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam menjaga masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial masyarakat.
Rencana ini disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang menyebut insentif tersebut sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperluas cakupan kesejahteraan sosial bagi kelompok-kelompok yang kerap luput dari perhatian, meskipun memiliki peran strategis di tengah masyarakat.
“Jadi, selain insentif untuk guru ngaji, tahun ini kami juga akan memberikan insentif kepada 1.300 marbot,” ujar Indah Amperawati, Jumat (25/7/2025).
Bupati Indah menyoroti bahwa selama ini para marbot belum mendapatkan penghargaan yang layak, meskipun mereka memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kebersihan masjid, kesiapan alat pengeras suara, pencahayaan, serta berbagai aspek operasional lainnya.
“Selama ini marbot belum mendapatkan perhatian. Nah, sekarang ini kita mulai memberikan insentif sebagai bentuk apresiasi bagi mereka,” tambahnya.
Meskipun belum diumumkan secara pasti besaran insentif yang akan diterima masing-masing marbot, langkah ini dinilai sebagai terobosan penting dalam memperkuat dukungan sosial terhadap kelompok-kelompok relawan keagamaan.
Indah berharap, insentif ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi para marbot agar terus menjaga kebersihan, kelayakan, dan kenyamanan masjid sebagai tempat ibadah utama umat Islam, sekaligus ruang interaksi sosial yang membawa nilai-nilai positif di masyarakat.
“Melalui penghargaan kepada para marbot ini semoga bisa jadi teladan bagi daerah lain untuk mengapresiasi kontribusi kelompok-kelompok penggerak sosial dan spiritual yang bekerja di balik layar, namun berdampak besar dalam kehidupan masyarakat,” pungkasnya. [has/beq]






