Bondowoso (beritajatim.com) – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menyelipkan momen penuh sindiran hangat sekaligus ajakan politik saat memberi sambutan dalam Musyawarah Nasional Majelis Alumni IPNU di Pendopo RBA Ki Ronggo, Bondowoso, Sabtu (2/8/2025).
Zulhas secara terbuka mengajak sahabat lamanya, Abdullah Azwar Anas, untuk bergabung kembali ke dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ajakan itu dilontarkan dengan gaya khas Zulhas yang santai namun mengandung pesan politik tajam, menyusul selesainya Kongres PDIP di Bali.
“Ini terus terang saya kagum dengan sahabat saya, Azwar Anas. Sudah beberapa kali saya rayu-rayu masuk kabinet, tapi beliau belum mau. Mudah-mudahan sekarang sudah mau ya. Kan sudah beres. Kongres sudah beres. Sudah aman, kan? Sudah amnesti,” ucap Zulhas disambut tawa hadirin.
Azwar Anas, yang pernah menjabat sebagai Menteri PAN-RB di era Presiden Jokowi, diketahui baru saja kembali ke panggung politik nasional usai mengikuti Kongres PDIP di Bali.
Partai berlambang banteng itu pada Pilpres 2024 mengusung Ganjar Pranowo–Mahfud MD dan sempat memilih jalur oposisi. Namun, belakangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan sinyal pelunakan sikap dan menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran.
Momentum pelunakan sikap politik itu dimanfaatkan Zulhas untuk membuka kembali ruang komunikasi lintas partai. Menurutnya, kehadiran tokoh sekelas Azwar Anas dalam kabinet sangat penting untuk memperkuat pemerintahan.
Zulhas bahkan menyebut Kabupaten Banyuwangi yang pernah dipimpin Azwar Anas sebagai salah satu daerah percontohan terbaik di Indonesia. Ia tak segan mengirim anak dan menantunya untuk magang di lingkungan pemerintahan Banyuwangi.
“Itu Banyuwangi saya kira kabupaten terbaik. Putri saya saya suruh magang di tempat beliau. Anak mantu saya juga magang. Sekarang Sekda saya suruh magang di tempat beliau. Karena memang maju kabupatennya,” ungkap Zulhas penuh pujian.
Zulhas juga menyelipkan kebanggaannya pada kader-kader IPNU yang dinilainya mampu mencetak pemimpin-pemimpin hebat, termasuk Azwar Anas. “Ternyata kader IPNU itu hebat-hebat ya. Kok saya baru punya satu ya, Helmy Faishal. Gimana kalau saya punya tiga?” selorohnya sambil tertawa.
Meski terkesan sebagai candaan, pernyataan Zulhas itu mencerminkan sinyal kuat bahwa pintu koalisi dan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terbuka lebar bagi tokoh-tokoh dari PDIP, apalagi setelah suasana politik nasional mulai mencair pasca-kongres.
Ajakan tersebut juga mencerminkan strategi kabinet “Merah Putih” yang inklusif dan berusaha merangkul berbagai kekuatan politik demi stabilitas nasional dan percepatan pembangunan.
Musyawarah Nasional Majelis Alumni IPNU di Bondowoso kali ini tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah dan ekonomi, tetapi juga panggung politik nasional yang sarat dengan manuver halus dan rekonsiliasi antar elite partai. (awi/kun)






