Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Yayasan Bersama Indonesia Sehat (Bersih), Teguh Prihandoko mengusulkan agar seluruh Satgas Covid-19 di masing-masing perusahaan membuat database bank darah dan plasma konvalesen.
“Yakni, dengan mengedukasi para pegawai dan keluarga pegawai yang pernah terpapar Covid-19 (penyintas) untuk mau melakukan donor darah biasa atau plasma konvalesen untuk kebutuhan internal masing-masing perusahaan. Kecintaan dan solidaritas sesama pegawai diuji di kegiatan ini, tentunya harus didukung oleh kebijakan pimpinan atau manajemen,” tegas Teguh kepada media, Selasa (20/7/2021).
Menurut dia, di group-group WA tersebar permintaan plasma konvalesen. “Saya sendiri punya sembilan group penyintas juga penuh dengan permintaan, belum lagi mereka yang japri langsung,” tuturnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”plasma-konvalesen”]
Kondisi UTD PMI Surabaya di Jalan Embong Ploso rata-rata antreannya selalu di atas angka 400-an. Seharusnya UTD PMI Surabaya bisa dikatakan ‘lockdown’. Belum lagi tenaga di sana yang dimungkinkan banyak yang kelelahan serta tidak menutup kemungkinan banyak yang terpapar.

“Even-even donor darah maupun skrining donor plasma konvalesen juga berkurang karena situasi PPKM Darurat ini. Potensi klaster perkantoran mengalami kenaikan akibat kemungkinan dari klaster keluarga. Padahal, protokol kesehatan di lingkungan kerja atau kantor cukup ketat. Bahkan, di masing masing perkantoran atau lingkungan kerja sudah terbentuk Satgas Covid-19,” jelasnya.
Dia menjelaskan, testing dan tracing juga bisa dilakukan oleh Tim Satgas Covid-19 melalui edukasi bagaimana melakukan test antigen secara mandiri dan tracing. (tok/ted)






