Alfian Andri Wijaya, calon legislator Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Umum 2024, yang menjadikannya anggota DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk periode ketiga.
Alfian memperoleh dukungan dari 24.592 pemilih atau 45,82 persen dari suara yang diperoleh Partai Gerakan Indonesia Raya di Daerah Pemilihan 1 yang meliputi Kecamatan Kaliwates, Sumbersari, Ajung, dan Pakusari.
Jumlah ini melebihi jumlah pemilihnya pada dua pemilu sebelumnya. Alfian memperoleh 8.613 suara pada Pemilu 2014 dan 18.010 suara pada pemilu 2019.
Jumlah pemilih Alfian di tempat pemungutan suara dalam tahun ini mengalahkan jumlah pemilih delapan partai politik, termasuk Partai Solidaritas Indonesia yang mengantingi 20.031 suara.
Tujuh partai lainnya yang dikalahkan perolehan suara Alfian seorang diri adalah Partai Buruh (4.577 suara), Partai Gelombang Rakyat Indonesia (7.358 suara), Partai Kebangkitan Nusantara (1.446 suara), Partai Hati Nurani Rakyat (4.402 suara), Partai Garda Republik Indonesia (2.460 suara), Partai Bulan Bintang (2.772 suara), , dan Partai Ummat (5.549 suara).
“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Partai Gerindra, masyarakat Jember, dan semua unsur tim relawan bersama elemen masyarakat, termasuk ibu-ibu pengajian, organisasi kepemudaan, yang telah memberi kami amanah ini. Insyaallah kami jaga amanah ini,” kata Alfian, Selasa (12/3/2024).
Alfian mengakui lawan terberat yang dihadapinya adalah PDI Perjuangan, karena menjadi partai penguasa selama sepuluh tahun terakhir. “Berat, karena mereka punya pemilih fanatik. Tapi saya ucapkan selamat juga kepada PDI Perjuangan karena juga sudah mendapat kursi juga di DPRD Jember,” katanya.
Kunci sukses Alfian terletak pada pemilihan tim pemenangan dan intensitas komunikasi dengan masyarakat. “Kami menyebut tim sukses ini tim relawan. Cara mencari relawan sama saja dengan yang lain. Yang penting kami berfokus dan istikomah (konsisten). Apa yang sudah terjalin dengan masyarakat, jangan ditinggal,” kata Alfian.
Alfian menegaskan, perolehan suaranya diawali dari menata niat untuk menyapa masyarakat. “Dengan kita tulus menata niat, akan ada aura energi ketika kita meminta dukungan masyarakat. Selain membaca rekam jejak, masyarakat juga nyambung hatinya ketika ada sambungan ketulusan,” katanya.
Alfian pertama kali terpilih menjadi anggota DPRD Jember pada periode 2014 – 2019 dan berlanjut pada 2019 – 2024. Selama menjadi wakil rakyat di Jalan Kalimantan 86, ia menjaga komunikasi dengan konstituen dengan melayani kebutuhan mereka.
“Istilahnya, kalau wis grapyak (sudah membaur) sebelum jadi, kalau sudah terpilih, jangan berubah. Pura-pura tidak dikenal. WhatsApp atau telepon wajib kita balas walau terlambat, karena kita jadi pelayan masyarakat,” kara Alfian.
“Misalkan, ada warga yang sakit dan mengundang kami, selama kami tidak ada halangan, kami hadir. Masyarakat membaca rekam jejak selama dua periode itu, sehingga dalam pencalonan periode ketiga kendati ada acak ulang daerah pemilihan, tidak jadi halangan bagi kami,” kata Alfian.
Alfian sebenarnya heran dengan perolehan suara terbanyaknya. “Semua calon sama, memberikan bahan kampanye berupa kaos dan sebagainya. Tapi hasil tidak sama ya seperti memasak, bumbu sama tapi beda tangan yang meracik, beda rasa,” kata alumnus mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember ini.
Alfian mengaku tak banyak mengeluarkan biaya kampanye. Hanya sekitar Rp 500 – 600 juta. “Itu bukan money politics. Tapi biaya untuk bahan kampanye yang tidak melanggar aturan Komisi Pemilihan Umum, seperti kaos, pakaian, kalender, stiker,” katanya.
Alfian percaya dengan kecerdasan masyarakat dalam memilih wakil di parlemen. “Masyarakat menilai calon pemimpin bukan dari warna bendera, tapi dari rekam jejak. Contoh, banyak calon yang sudah menghabiskan biaya ratusan juta sampai satu miliar rupiah tapi tidak terpilih. Itu membuktikan bahwa masyarakat makin lama makin cerdas,” katanya.
Selama dua periode menjadi anggota DPRD Jember, Alfian bertugas di Komisi A Bidang Pemerintahan, Komisi B Bidang Perekonomian, dan Komisi C Bidang Kesejahteraan Sosial. Satu-satunya komisi yang belum dimasukinya adalah Komisi C Bidang Pembangunan dan Keuangan.
Namun Alfian menyerahkan kepada Gerindra untuk soal penugasan komisi. “Kami sudah bersyukur, ditaruh di posisi apapun kami terima. Yang penting tidak melunturkan niat kami menjadi pelayan masyarakat. Salah satunya berfungsi mengontrol Pemerintah Kabupaten Jember,” katanya. [wir]







1 Komentar
Alhamdulillah, betul kata Pak Alfian
Pak Alfian ini ndak sombong, meskipun jadi anggota DPR menjabat 3 periode tapi tetap ramah ,grapyak,
Semoga senakin tambah sukses kedepannya
MAAF KLU KURANG S,OPAN SY NGOMONG MEDIA INI. BARANG KALI ADA LOWONGAN BUAT ANAK SAYA LULUSAN SASTRA INGGRIS UNEJ, PENGALAMAN MENJADI CUSTUMER SERVIS DI TRAVELOKA . SEMARANG
SEKARANG LAGI MENGUNDURKAN DIRI PULANG KE JEMBER. MAU CATI KERJAAN DI JEMBER, MUNGKIN BAPAK BISA BANTU. 🙏