Banyuwangi (beritajatim.com) – Gelaran World Surf League (WSL) Championship Tour 2022 di Pantai Plengkung, G-Land menjadi peluang bagi sejumlah pemilik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Banyuwangi. Mereka mendapat kesempatan menjajakan dagangannya di sekitar area venue kompetisi selancar paling bergengsi di dunia itu.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktavantie menyebut momen ini sekaligus untuk menunjukan eksistensi produk karya hasil dari kreasi masyarakat yang ada di Bumi Blambangan ini. Sejumlah stand berdiri di sekitar pantai menjadi arena bazar bagi para pelaku UMKM di Banyuwangi.
“Kurang lebih nanti akan ada 20 an stand UMKM yang ikut meramaikan. Bazar nantinya akan diback up oleh teman-teman dari Kecamatan Tegaldlimo. Lokasinya di Pancur dan lapangan sebelum masuk G-land,” kata Nanin, Selasa (31/5/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”WSL”]
Meski ada peluang, tapi juga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM. Pasalnya, panitia maupun Pemkab Banyuwangi hanya membatasi pengunjung yang datang sekitar 200 orang, selebihnya berhenti di Pantai Pancur.
“Tetap ada pembatasan untuk penonton yang datang ke lokasi. Tapi di tempat pemberhentian (Pantai Pancur) disediakan layar besar untuk nonton bareng bagi pengunjung,” terangnya.
Kendati demikian, lanjut Nanin, momen ini perlu disambut baik. Karena menjadi salah satu pemicu untuk mendongkrak roda perekonomian para pelaku usaha mikro. “Bagi masyarakat mari ikut mensukseskan gelaran WSL dan sekaligus ikut meramaikan bazar UMKM,” pungkasnya. (rin/kun)






