Surabaya (beritajatim.com) – Performa gemilang Tony Firmansyah, pemain muda asli Benowo, Surabaya, terus mendapat sorotan positif dari pelatih kepala Persebaya Surabaya, Eduardo Perez. Gelandang serba bisa berusia 20 tahun itu dinilai memiliki fleksibilitas luar biasa yang memberi banyak opsi taktikal dalam membentuk identitas baru tim Bajol Ijo.
Tony, yang selama ini juga tampil konsisten bersama Timnas Indonesia U23, dikenal mampu menempati berbagai posisi di lini tengah. Baik sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, hingga gelandang serang, Toni mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik dan adaptif.
“Kita tahu kualitas Tony. Kita tahu Tony bisa bermain di berbagai posisi, tetapi tentu saja dengan gaya permainan kita,” ungkap Eduardo Perez saat ditemui usai sesi latihan Persebaya, Jumat (1/8/2025).
Edu, sapaan pelatih asal Spanyol itu, menegaskan bahwa dirinya telah mengikuti perkembangan Toni tak hanya saat memperkuat Persebaya, tetapi juga saat tampil di panggung internasional bersama Timnas U23.
“Kita tahu betul posisi Tony dan kita sudah mulai berlatih dengannya melalui video dan tentu saja saya menonton semua pertandingan tim nasional,” imbuhnya.
Tinggi badan 1,67 meter dan kaki dominan kanan membuat Tony tampil gesit dan lincah dalam melakukan distribusi bola maupun pressing di lini pertama. Meski belum mencetak gol pada musim 2024/2025, kontribusinya tetap signifikan. Dalam 18 penampilannya bersama Persebaya di kompetisi Super League, Toni mencatatkan dua assist dan total waktu bermain mencapai 1.088 menit.
Kepercayaan yang diberikan Paul Munster di awal musim terus berlanjut di bawah kepemimpinan Eduardo Perez. Rotasi posisi yang dilakukan oleh pelatih tak menjadi kendala bagi Tony yang sudah terbiasa menghadapi skema taktis yang menuntut fleksibilitas tinggi.
Dengan segala potensi dan pengalamannya di usia muda, Tony Firmansyah dinilai sebagai salah satu aset penting dalam regenerasi Persebaya dan juga masa depan Timnas Indonesia. [way/beq]






