Malang (beritajatim.com) – Arema FC musim ini terjebak di zona degradasi Liga 1. Performa buruk bahkan menyebabkan kursi kepelatihan Singo Edan harus berganti berkali-kali.
Kini Arema FC ditangani oleh Widodo Cahyono Putro. Mantan pelatih Deltras Sidoarjo itu ditunjuk menggantikan Fernando Valente dengan target lolos dari zona degradasi.
“Kita harus keluar (dari zona degradasi), kalau perilakunya seperti yang kemarin tidak ada perbedaan, percuma juga saya ke sini. Jadi harus ada perlakuan yang berbeda,” ujar Widodo, Rabu, (21/2/2024).
Widodo mengatakan, tidak menaruh aturan yang begitu ketat bagi para pemain di luar lapangan. Aturan yang dimaksut seperti melarang pemain untuk melihat tabel klasemen Liga 1. Sebab, semua pemain tentu akan melihat posisi tim di papan klasemen.
“Saya tidak melarang (pemain melihat tabel klasemen Liga 1), kalau dilarang pun dia akan melihat. Kita kan masih di bawah (degradasi) jadi ngapain ngelarang orang,” imbuh Widodo.
Terpenting bagi Widodo saat ini adalah menjaga mood para pemain agar tetap bagus. Sebab, dengan mood bagus dirinya bisa membangun tim dengan maksimal karena para pemain dalam kondisi senang.
“Sebisa mungkin kita menjaga mood pemain. Karena taktikal ini bisa mengikuti, tapi kalau mood pemain tidak bisa maksimal, meskipun dikasih uang nggak akan (bisa). Tapi kalau mood pemain mau, kita berjuang bersama-sama pasti akan lolos,” ujar Widodo. (luc/ian)






