Surabaya(beritajatim.com)- Bakso dan mi kuning basah sudah menjadi menu favorit masyarakat Indonesia. Namun di balik kelezatannya, tersembunyi ancaman serius bagi kesehatan jika makanan tersebut dicampur bahan kimia berbahaya seperti boraks dan formalin.
Praktik curang ini masih ditemukan di sejumlah daerah. Oknum pedagang mencampurkan zat kimia agar bakso lebih kenyal, awet, dan tampak segar meski dibuat dari bahan berkualitas rendah. Padahal, boraks dan formalin sama sekali tidak diperuntukkan bagi pangan.
Kabar baiknya, masyarakat sebenarnya bisa mengenali tanda-tanda makanan berbahaya tersebut tanpa harus ke laboratorium.
Mengapa Boraks dan Formalin Berbahaya?
Boraks adalah senyawa kimia yang biasa digunakan untuk bahan pembersih dan industri. Sementara formalin dikenal sebagai cairan pengawet jenazah dan disinfektan.
Jika masuk ke dalam tubuh secara terus-menerus, kedua zat ini dapat menyebabkan:
Kerusakan hati dan ginjal
Gangguan sistem saraf
Iritasi saluran cerna
Risiko kanker dalam jangka panjang
Sayangnya, zat ini sering disalahgunakan karena mampu membuat makanan tampak lebih menarik dan tahan lama.
Ciri Bakso Mengandung Boraks dan Formalin
Menurut pelaku industri bakso, bakso yang dicampur bahan kimia memiliki karakter berbeda dengan bakso daging asli.
Bakso berboraks biasanya:
Terasa sangat kenyal dan memantul jika dijatuhkan
Berwarna lebih putih pucat
Tidak lengket
Aromanya tidak wajar
Bakso berformalin memiliki ciri:
Tidak mudah hancur
Tahan lebih dari tiga hari di suhu ruang
Tidak dihinggapi lalat
Permukaannya kering dan keras
Sementara itu, bakso daging segar umumnya lebih rapuh, aromanya alami, dan cepat basi jika tidak disimpan di suhu dingin.
Tanda Mi Kuning Mengandung Formalin
Tak hanya bakso, mi basah juga rawan dicampur formalin agar tahan lama.
Ciri mi kuning berformalin antara lain:
Tahan lebih dari dua hari di suhu ruang
Bisa awet hingga dua minggu di lemari es
Berbau menyengat seperti obat
Tidak lengket dan terlihat mengkilap berlebihan
Sebaliknya, mi tanpa formalin mudah rusak, aromanya normal, dan terasa lebih lembut.
Cara Aman Memastikan Makanan Bebas Bahan Kimia
Selain mengandalkan indera, masyarakat juga bisa menggunakan test kit formalin dan boraks yang kini tersedia di pasaran.
Alat ini biasa digunakan petugas BPOM saat melakukan pengawasan pangan.
Namun, langkah paling aman tetaplah membeli makanan dari pedagang terpercaya dan memperhatikan ciri-ciri fisiknya.
Makanan yang tampak menarik belum tentu aman. Tekstur terlalu kenyal, bau menyengat, dan daya simpan yang tidak wajar bisa menjadi tanda bahaya. Masyarakat diimbau lebih waspada demi melindungi kesehatan keluarga. [aje]






