Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah warga di sekitar lokasi proyek pengeboran gas Jambaran Tiung Biru (JTB) yang dioperatori Pertamina EP Cepu (PEPC) mendapat pengetahuan dasar kegawatdaruratan. Dengan begitu diharapkan masyarakat lebih tangguh menghadapi situasi kedaruratan.
Community Relations & CSR PEPC, Edi Arto mengatakan, sosialisasi dan pelatihan kegawatdaruratan ini khusus untuk masyarakat awam yang berada di sekitar area proyek. Pengetahuan dasar yang diberikan diantaranya dalam penanganan bencana alam maupun non alam.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pepc”]
“Dari pelatihan ini nanti akan dibentuk taruna siaga bencana yang akan mendapat pengetahuan terus menerus dari trainer, sehingga bisa memanajemen dan menangani jika terjadi kasus kedaruratan,” ujarnya, Selasa (19/10/2021).
Dalam kegiatan tersebut, PEPC menggandeng sejumlah trainer untuk mendampingi masyarakat, baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, tenaga medis di RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo, RS Aisyah dan Puskesmas setempat.
“Harapannya setiap desa di sekitar wilayah operasi minimal memiliki perencanaan kebencanaan sehingga bisa meminimalisir korban,” terangnya.
Dalam kegiatan yang dilakukan di Balai Desa Pelem, Kecamatan Purwosari terlihat sejumlah peserta yang sebagian besar petani, antusias mengikuti pemaparan dan praktik yang diberikan pemateri. Apalagi, materi yang disampaikan memang sering dijumpai dalam kegiatan sehari-hari, semisal penanganan patah tulang, kebakaran, keracunan, hingga tersedak makanan.
[berita-terkait number=”2″ tag=”bencana-alam”]
“Hari ini dasar-dasar kegawatdaruratan terlebih dahulu. Setelah ini ada praktek konsolidasi kebencanaan atau komunikasi kebencanaan siapa yang menghubungi petugas,” paparnya.
Untuk diketahui dalam pelatihan kegawatdaruratan tersebut dilakukan di beberapa desa yang berada di area proyek JTB. Seperti di Desa Pelem yang diikuti oleh 35 peserta, kemudian Desa Dologgede, Kecamatan Tambakrejo diikuti 21 peserta, di Desa Kaliombo Kecamatan Purwosari diikuti 45 peserta dan di Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem diikuti 45 peserta. [lus/suf]






