Sampang (beritajatim.com) – Warga Sampang tengah resah lantaran Demam Berdarah Dengue (DBD) sedang mewabah. Mereka merasa dihantui gigitan nyamuk Aedes aegypti pembawa virus DBD.
“Kami warga yang tinggal di kawasan perkotaan merasa resah dan ketakutan jika DBD ini semakin meluas,” ujar Rahman, warga Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Senin (6/5/2024).
Rahman berharap dinas maupun pihak terkait segera turun tangan melakukan pencegahan. Salah satunya dengan melaksanakan fogging ke rumah-rumah warga yang diperkirakan menjadi sarang nyamuk aedes aegypti, terutama pemukiman padat penduduk seperti di kelurahan Rongtengah.
“Harapan kami fogging yang dilakukan oleh petugas bisa merata dan tidak pilih-pilih, supaya penyebaran jentik nyamuk pembawa virus itu bisa dibertantas dengan maksimal,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, terhitung Januari-April 2024. Jumlah kasus DBD mencapai 260. Data itu diperoleh dari laporan masing-masing Puskesmas di Kabupaten Sampang.
Tren lonjakan kasus DBD di Sampang mulai teridentifikasi sejak Januari dan saat ini angka kasus DBD tercatat sebanyak 260 kasus,” terangnya
Pria yang akrab disapa dr Najich ini juga mengatakan, untuk mencegah angka kasus DBD semakin melonjak. Pihaknya bekerja sama dengan pihak terkait melakukan fogging. Terutama di lokasi sumber terbanyak ditemukan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti.
“Fogging ini untuk memberantas nyamuk aedes aegypti pembawa virus DBD,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, upaya pencegahan juga terus dilakukan dengan cara mengimbau ke setiap fasilitas kesehatan untuk melakukan penyuluhan pola hidup bersih dan sehat.
“Sarang nyamuk aedes aegypti tidak ada di genangan air kotor. Namun, berada di air yang cukup bersih,” pungkasnya. [sar/beq]






