Sampang (beritajatim.com) – Menghadapi musim kemarau yang diprediksi masih berlangsung lama, warga di daerah perbukitan Kelurahan Rongtengah, Kecamatan/Kabupaten Sampang, mulai memperdalam sumur mereka. Kekhawatiran muncul karena sumber mata air yang ada sudah mengering, tidak lagi mencukupi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Suniman, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa memperdalam sumur menjadi pilihan satu-satunya agar dapat menyimpan lebih banyak air. “Kami khawatir kemarau ini masih panjang, jadi memperdalam sumur adalah solusi sementara,” ujar Suniman, Kamis (10/10/2024).
Ia juga menambahkan bahwa situasi kekeringan di wilayah perbukitan ini semakin parah tiap tahunnya. Salah satu penyebabnya adalah penebangan pohon untuk pemukiman yang membuat serapan air semakin berkurang. “Bencana kekeringan di wilayah kami makin memburuk tiap tahun, mungkin karena kondisi alam sudah rusak,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Dartik, seorang ibu rumah tangga, mengatakan telah membangun tandon air untuk menampung cadangan air selama kemarau.
“Sumur sudah tidak bisa diandalkan lagi, jadi kami membuat tandon air agar tetap bisa memenuhi kebutuhan air bersih,” jelasnya.
Dartik juga menyayangkan kondisi Sampang yang selalu dilanda banjir saat musim hujan, namun mengalami kekeringan parah saat musim kemarau. “Kami berharap musim hujan segera tiba agar kekeringan ini berakhir,” tuturnya.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, sebanyak 102 desa di wilayah tersebut terdampak kekeringan, dengan 81 di antaranya mengalami kekeringan kritis.
“Ada 81 dari total 102 desa di Kabupaten Sampang yang mengalami kekeringan kritis pada musim kemarau kali ini,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Sampang, Candra Ramadani Amin. [sar/ian]






