Surabaya (beritajatim.com) – Sempat vakum tiga tahun akibat pandemi Covid-19, UK Petra Surabaya kembali menggelar KKN Internasional COP (Community Outreach Program) di Kabupaten Mojokerto.
Berada di dua kecamatan, yakni Jatirejo dan Gondang, program-program yang dikerjakan oleh mahasiswa UK Petra dan puluhan mahasiswa asing itu pun bikin sumringah masyarakat setempat.
Mereka mengaku senang dengan adanya COP 2023. Seperti diungkapkan Jumiasih (38), warga Dusun Kesimen, Jatirejo ini. Dirinya dan warga setempat mengaku sangat terbantu melalui program KKN internasional ini.
Sebab, di situ mahasiswa bersama pemerintah desa berkolaborasi melakukan pavingisasi sepanjang 60 meter dengan lebar 1,5 meter. “Kami sangat senang. Mereka membangun apa yang dibutuhkan masyarakat,” ungkap Jumiasih kepada beritajatim.com, Senin (31/7/2023).
Baca Juga: Gas Elpiji 3 Kg Langka, Warga Banyuwangi Masih Bisa Masak
Tak hanya itu, sejumlah fasilitas umum lain seperti tempat ibadah pun juga tak luput dari program pembangunan fisik tersebut. Bersama warga, mahasiswa juga melakukan renovasi musala, dengan membuat tempat wudhu.
“Paling penting ya pembangunan jalan. Terus perbaikan fasilitas ibadah. Mereka sudah membangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Apalagi mahasiswanya juga baik-baik, ramah, dan rajin,” tambah Jumiasih.
Sedangkan Suprapto, Kades Rejosari juga mengatakan hal serupa. Menurutnya program KKN yang melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai negara ini sangat membantu pihaknya dalam membangun desa.
Baca Juga: 5 Wisata Trenggalek yang Seru dan Manarik Selain Pantai
“Kami sempat menghadap Pak Rektor (UK Petra, red) di Surabaya, beliau bilang bahwa permintaan kami agar dilakukan KKN lagi ke depannya, itu menjadi sebuah penghormatan bagi beliau,” tutur Suprapto.
Setidaknya ada sebanyak 104 mahasiswa dari 6 negara yang mengikuti COP 2023 di Mojokerto ini. Rinciannya, 21 mahasiswa dari Inholland-Belanda, 14 mahasiswa International Christian University Jepang, dan 24 mahasiswa Dong Seo University Korea.
Kemudian satu mahasiswa Momoyama Gakuin University Jepang, satu mahasiswa Singapore University of Social Sciences (SUSS) Singapore, dua mahasiswa Fu Jen Catholic University Taiwan, 10 dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, dan 31 dari UK Petra Surabaya.
Baca Juga: Emak-emak Curhat di DPRD Ponorogo, Nasi Gak Matang Akibat Kehabisan Gas Elpiji 3 KG
COP itu sendiri sudah dimulai sejak 12 Juli 2023 lalu. Rencananya, kegiatan ini akan berakhir pada 6 Agustus 2023 mendatang. Sedangkan hingga saat ini, progres dari pembangunan juga sudah mulai banyak yang tampak.
Sebagai contoh pembangunan di Desa Rejosari tersebut dan di desa di Kecamatan Gondang. Salah satunya, di sana terdapat program penjernihan air dari bak utama yang mengalir ke Kampung Baru Sengon Genengan. Ada juga pengembangan produk UMKM dan culture day.
Pada COP tahun ini, mahasiswa terbagi dalam 3 kelompok dan ditempatkan di 3 desa dengan 4 dusun. Yakni di Dusun Geneng, Desa Kebontunggul. Lalu Desa Dilem, Kecamatan Gondang, serta Dusun Lebaksari dan Kesiman, di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo.
Baca Juga: Jual Obat Kuat tanpa Izin Edar, Ibu di Surabaya Dihukum 45 Hari
Secara teknis, peserta yang mengerjakan proyek fisik maupun non fisik ini disesuaikan dengan kebutuhan desa. Seperti di Desa Dilem, mereka menggarap program non fisik meliputi Re-Branding Bisnis Kripik ‘Mekar Jaya’, hingga mengajar Bahasa Inggris dan culture day.
“Mahasiswa asing maupun lokal tinggal bersama masyarakat sekitar untuk mengerjakan proyek fisik dan non fisik bersama-sama,” jelas Kepala LPPM UK Petra Surabaya Dr Lintu Tulistyantoro.
COP sendiri merupakan kegiatan KKN Internasional yang diselenggarakan oleh LPPM UK Petra Surabaya. Tahun ini, COP mengangkat tema ‘Keep Blessing the Nations’. Harapannya, kegiatan ini akan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa. [ipl/ian]






