Blitar (beritajatim.com) – Pemprov Jawa Timur bersama Pemkot Blitar kembali menggelar operasi beras murah, kali ini dilaksanakan di Halaman Pasar Legi Kota Blitar. Masyarakat pun sejak pagi telah antre untuk mendapatkan beras dengan harga murah, yakni 43 ribu rupiah per 5 kilogramnya.
Sri Kholifah salah satunya yang ikut antre beli beras murah di operasi pasar ini. Perempuan yang berusia 50 tahun tersebut mengaku antre sejak pukul 7 pagi. Namun ternyata operasi pasarnya belum mulai.
Dirinya pun terpaksa antre selama 2 jam lebih untuk bisa membeli beras dengan harga murah.
“Saya antre sejak pukul 7 pagi tadi tapi ternyata belum buka, ini beli 2 sak beras dengan harga 43 ribu rupiah per 5 kilogram,” kata Sri Kholifah, warga yang ikut mengantre beras murah, Minggu (12/02/23)
Menurut Sri Kholifah, Operasi Beras murah ini sangat membantu warga. Pasalnya saat ini harga beras di pasaran Kota Blitar telah mencapai harga 13 ribu rupiah per kilogram.

Dengan harga segitu, masyarakat kota Blitar pun merasa terbebani dan tidak bisa membeli beras dalam jumlah besar. Maka dari itu disaat ada operasi pasar seperti ini Sri Kholifah pun memilih mengantre berjam-jam demi bisa mendapatkan stok beras yang banyak dengan harga murah.
“Sangat membantu ya, karena diluar sana Harag beras terus naik dari 12 ribu hingga kini sampai 13 ribu rupiah per kilogram, jadi kalau ada operasi pasar gini bisa membantu memenuhi kebutuhan warga yang ekonominya rendah seperti saya,” imbuhnya.
Operasi beras murah di Pasar Legi Kota Blitar ini baru dibuat mulai pukul 9 pagi. Ratusan warga pun yang telah antre sejak pagi langsung menyerbu untuk membeli 10 kilogram beras dengan harga 43 ribu rupiah per 5 kilogram.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa operasi pasar murah ini merupakan langkah untuk mengintervensi harga beras di pasaran Kota Blitar yang masih terpantau diatas harga eceran tertinggi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”harga-beras”]
Menurut Khofifah harga beras di pasaran Kota Blitar masih berkisar di angka Rp. 11.000 per kilogram. Harga tersebut jauh diatas H-E-T yang ditetapkan pemerintah yakni Rp.9.450.
“Ibu-ibu tadi yang belanja mengaku mereka membeli beras medium 5 kg seharga Rp 57-60 ribu. Ini artinya, di Kota Blitar harga pasaran beras kualitas medium masih di atas HET Rp 9.450 per kilogram,” kata Khofifah di depan media, Minggu (12/2/2023).
Khofifah pun meminta seluruh kepala daerah di Jawa Timur untuk giat melakukan operasi pasar di tengah mahalnya harga beras. Langkah tersebut dinilai merupakan cara paling ampuh untuk mengintervensi harga beras di pasaran.
Gubernur Jawa Timur tersebut mengaku, selama 20 hari ini selalu mengikuti pergerakan harga beras dari 38 kabupaten/kota di Jatim. Fluktuasi harga, terutama beras menjadi prioritas utama yang harus segera dinormalkan karena menjadi bahan utama pangan.
“Saya juga sering dapat laporan, usai operasi pasar harga sempat stabil. Tapi dua hari kemudian naik lagi diatas Rp 11 ribu per kilogram. Untuk itu, saya minta seluruh kepala daerah di Jatim rutin dan kontinyu menggelar operasi pasar,” pungkasnya. [owi/but]






