Gresik (beritajatim.com) – Naiknya harga kebutuhan pokok akhir-akhir ini membuat warga pusing tujuh keliling. Banyak warga berharap pemerintah menurunkan harga sembako. Namun, harga sembako seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng kenaikannya tak bisa dibendung.
Kondisi ini sangat dirasakan oleh Sulastri (54) seorang ibu rumah tangga asal Desa Kedamean, Kecamatan Kedamean, Gresik. Ibu duaanak itu langsung bergegas mendengar informasi ada sembako murah yang digelar Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik di kantor kecamatan setempat.
Seperti diketahui saat ini harga beras premium di pasaran mencapai Rp 19 ribu per kilogram. Padahal, normalnya Rp 13 ribu per kilogram. Hal yang sama pada harga gula Rp 18 ribu per kilogram. Sebelum naik, harganya berkisar Rp 12 ribu per kilogram. Minyak goreng tembus di harga Rp 25 ribu per liter. Normalnya Rp 21 ribu per liter.
Kenaikan semua harga itu, menghantui tingkat inflasi di Kabupaten Gresik. Pasalnya, kenaikan serupa tidak hanya pada kebutuhan pokok. Kebutuhan sekunder mengalami yang sama. “Semua kebutuhan sehari-hari pada naik. Untung ada pasar sembako murah. Harganya miring dibanding di pasaran,” ujar Sulastri, Selasa (27/2/2024).
Dirinya berharap kegiatan pasar murah seperti ini kalau bisa digelar rutin karena bisa menolong orang berpenghasilan pas-pasan. “Lha wong suami saya cuma pekerja pabrik. Ini langsung saya beli beras, gula dan minyak. Semoga kegiatan pasar murah seperti semakin sering dijalankan,” ungkapnya.
Adapun beberapa komoditas yang dijual dalam pasar murah ini, di antaranya beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) yang dibanderol dengan harga Rp10.300 per kilo, beras premium Rp13.900 per kilo. Kemudian gula Rp16.000 per kilo, serta minyak goreng Minyakita Rp13.000 per liter.
Terkait dengan ini, Wabup Gresik Aminatun Habibah atau Bu Min mengatakan kegiatan pasar murah ini digelar guna membantu masyarakat mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
“Harga kebutuhan pokok memang naik, apalagi menjelang Ramadan. Untuk itu, saya berharap panjenengan bisa memenuhi secara mandiri beberapa kebutuhan yang bisa ditanam di rumah. Contohnya seperti komoditas cabai,” kata wakil bupati perempuan pertama itu. [dny/suf]






