Gresik (beritajatim.com)– Warga Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, mengeluhkan akses pelayanan Bus Trans Jatim koridor III Mojokerto-Gresik. Pasalnya, setelah beroperasi, warga Cerme terpaksa mengeluarkan biaya tambahan menuju ke Terminal Bunder, atau ke halte Desa Morowudi.
Januar (35) salah satu warga Cerme menuturkan, selama ini tempat tinggal di dekat Pasar Cerme hanya dilintasi Bus Trans Jatim. Tapi tidak bisa naik karena tidak ada halte.
“Saya berharap pemerintah segera membangun halte tambahan di titik strategis yang dapat memudahkan akses masyarakat sekitar,” tuturnya, Minggu (13/10/2024).
Selain tambahan halte lanjut dia, dirinya juga berharap rute bus Trans Jatim diperluas bisa melintas ke Desa Metatu, Kecamatan Benjeng yang mengarah ke Cerme.
“Kalau bisa ada armada Bus Trans Jatim rutenya terbagi dua. Yakni melintasi Morowudi dan sebagian melintasi Metatu,” kata Januar.
Menurutnya, kehadiran halte dan perluasan rute sangat penting karena banyak pemukiman warga di kawasan Cerme-Metatu yang membutuhkan akses layanan bus. “Semoga saja sebagai warga bisa menikmati layanan bus ini,” paparnya.
Adanya keluhan ini, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) kecamatan Cerme, Sapaat menyatakan survei terkait kebutuhan halte bus pernah dilakukan, namun hingga kini belum ada kejelasan lebih lanjut dari pihak terkait.
“Kami sudah pernah mengusulkan, tapi sampai sekarang belum ada hasilnya,” urainya.
Dirinya mendukung Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur segera memberikan solusi terkait adanya tambahan halte Bus Trans Jatim.
“Kami berharap Dishub Jawa Timur bisa segera memberikan solusi agar masyarakat bisa menikmati layanan transportasi umum ini dengan lebih mudah,” pungkasnya. [dny/aje]






