Surabaya (beritajatim.com) – Pakuwon Jati selaku pengelola Pakuwon Trade Center (PTC) Mall Surabaya angkat bicara terkait tidak tersedianya halte bus di lingkungannya. Mereka berjanji segera membangun halte bus tersebut untuk kenyamanan warga dan pengunjung.
Direktur Pakuwon Jati, Sutandi Purnomosidi, menyampaikan halte akan segera dibangun. Saat ini masih proses pengurusan izin.
“Proses perizinan, tinggal dibangun,” kata Sutandi dihubungi beritajatim.com, Jumat (27/9/2024) petang.
Menurut Sutandi, pengurusan prosedur izin untuk pembangunan halte dari pihak swasta ini butuh waktu. Kata dia, semua ini dilakukan mandiri atau swadaya oleh Pakuwon.
“Kami mengurus izin serta menyesuaikan dengan prosedurnya. Itu pun kita swadaya bangun sendiri dari Pakuwon,” jelas dia.
Dari situ, pihaknya memohon kepada masyarakat serta pengunjung PTC Mall untuk bersabar. Kata dia, setelah izin selesai halte pasti berdiri.
Sebelumnya, tidak tersedia halte serta hilangnya kursi tunggu penumpang angkutan umum Suroboyo Bus, di kawasan Pakuwon Trade Center (PTC) Mall Surabaya, dikecam oleh masyarakat luas melalui media sosial, Jumat hari ini.
Luapan sesal itu disampaikan melalui Instagram (IG) @tfsurabaya, Jumat (27/9) hari ini. Di mana, ia mendesak pemerintah kota maupun pihak mall membangun halte. Sebab, 2 bangku kursi tunggu hasil patungan warga hilang tanpa jejak dalam 6 jam.
“Kursi urunan masyarakat hilang!. Nuntut pemkot (dan Mall) gak dituruti, ngelakoni dhewe dicolong uwong,” tulis akun @tfsurabaya dalam postingan, dilihat beritajatim.com, pada Jumat (27/9/2024) sore.
Menanggapi itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya membenarkan bahwa halte di kawasan PTC Mall ini memang belum tersedia. Dan secepatnya, halte akan dibangun oleh pihak mall.
“Akan dibangun halte oleh pihak pengembang /pemilik mall,” kata Kepala Dishub Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru dihubungi beritajatim.com.
Menurut Tunjung, di kawasan tersebut seluruhnya adalah aset milik mall. Sehingga dia akan berkoordinasi kembali dengan pihak mall, supaya cepat merealisasikan pembangunan halte di area tersebut.
“Asetnya milik mereka, (pembangunannya kapan) nanti saya update,” tutup Tunjung. [ram/beq]






