Gresik (beritajatim.com) – Kampung Sidokumpul Barat, atau dikenal dengan nama Kampung Siba Klasik RT 02 RW 05, Kecamatan Gresik Kota, Kabupaten Gresik, dikunjungi warga asal Belanda. Mereka datang jauh-jauh karena penasaran melihat dari dekat kampung ‘zero waste’ di Kabupaten Gresik.
Claudia (28) warga asal negeri ‘Kincir Angin’ Belanda menuturkan, di matanya Kampung Siba Klasik sesuatu yang luar biasa. Dirinya tidak menyangka ada kampung di tengah pemukiman yang padat. Padahal Gresik merupakan daerah industri sedikit panas, tapi masih ada lingkungan dingin serta bersih.
“Saya kagum di sini ada metode memilah sampah dan mengkompos sampah organik menjadi ide yang sangat baik. Memilah sampah dari rumah adalah ide yang bagus dan melakukan pengkomposan di lingkungan ini. Lebih baik lagi ada usaha pengurangan sampah plastik,” ujarnya, Kamis (16/3/2023).
BACA JUGA:
Ecoton Temukan 5 Merek Kemasan Penyumbang Sampah Tertinggi di Kampung Siba
Ia menambahkan, dari kunjungan ini nantinya didokumentasikan buat cerita rekan-rekannya yang ada di Belanda. Ini karena ada pemukiman di tengah kota yang warganya masih peduli dengan lingkungan. “Tidak mudah mengajak hal demikian apalagi di tengah kota. Ini yang luar biasa mengajak warga peduli terhadap lingkungan serta bagaimana mengelolanya,” imbuhnya.
Ketua RT 02 RW 05 Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, Saiful Effendi mengaku bersyukur kampungnya mendapat kunjungan tamu asal negara Belanda. “Kampung kami memang menjadi percontohan bagaimana memilah sampah lalu dijadikan kompos buat tanaman. Hasilnya, bisa dilihat sendiri,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Siswa di Gresik Diajari Cara Mengelola Sampah
Lebih lanjut Saiful mengatakan, tidak mudah menggagas ide ini. Sebab, dibutuhkan kesabaran serta keyakinan kepada warga. Apalagi di lingkungan perkotaan. “Alhamdulillah saya mewakili masyarakat merasa senang bila ada kunjungan, artinya kegiatan pengelolaan sampah yang kami lakukan bisa memberikan ilmu baru bagi mereka dan bermanfaat,” katanya.
Sebelumnya kampung Siba Klasik juga pernah dikunjungi mahasiswa S2 asal Australia yang ingin melihat dari dekat kampung ini. [dny/suf]






