Surabaya (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur Surabaya kembali memicu banjir di sejumlah titik di Kelurahan Asemrowo, Kecamatan Asemrowo. Salah satu wilayah terdampak parah adalah Jalan Tambak Dalam Baru 4, di mana air setinggi lutut orang dewasa masih menggenang meski hujan sudah berhenti sejak tiga hari lalu. Warga mengeluhkan lambannya surutnya air akibat buruknya sistem drainase.
Dadang Setiawan, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa banjir kerap melanda kawasan ini setiap kali hujan turun deras. Menurutnya, sistem drainase yang tidak memadai menjadi penyebab utama genangan air yang membutuhkan waktu hingga empat hari untuk surut sepenuhnya.
“Biasanya butuh dua sampai tiga hari untuk surut total, itu pun kalau tidak hujan lagi,” kata Dadang, Rabu (11/12/2024).
Banjir yang sering terjadi juga menyebabkan kerugian materi bagi warga. Sejumlah perabotan rumah tangga rusak akibat air yang masuk ke rumah. Dadang menambahkan, kondisi ini sudah berlangsung selama empat tahun terakhir, dengan intensitas banjir terparah terjadi pada 2023 dan tahun ini.
“Banjir sampai selutut bahkan sepaha orang dewasa. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki infrastruktur di lingkungan kami,” ujarnya.
Selain Jalan Tambak Dalam Baru 4, banjir juga melanda Jalan Raya Asem Mulya, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas. Untuk mengatasi genangan air, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mengerahkan mobil unit penyedot air. Meski demikian, solusi ini hanya bersifat sementara karena air tetap tidak mengalir lancar ke sungai pembuangan.
Camat Asemrowo, M. Khusnul Amin, mengakui bahwa terdapat 10 titik rawan banjir di wilayahnya, termasuk Jalan Tambak Dalam Baru 4. Ia menyebut permasalahan ini disebabkan oleh belum adanya perbaikan menyeluruh pada saluran air dan infrastruktur di lokasi tersebut.
“Berbeda dengan Jalan Asem Mulya yang sudah diperbaiki oleh DSDABM pada Oktober lalu, tetapi tetap saja drainasenya belum maksimal,” kata Khusnul Amin.
Ia menjelaskan bahwa kendala utama di Jalan Asem Mulya adalah air yang tidak dapat mengalir dengan baik ke tempat pembuangan akhir di Sungai Asemrowo. Pemerintah setempat berjanji akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk mencari solusi permanen atas masalah banjir yang terus berulang ini. [asg/but]






