Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta pemerintah daerah yang wilayahnya termasuk dalam rawan bencana untuk menyiapkan mitigasi. Dia menyebut persiapan ini untuk melindungi masyarakat.
“Kita memang sudah memerintahkan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten, terutama yang merupakan daerah bencana untuk melakukan antisipasi dan mitigasi terhadap hal-hal yang mungkin akan terjadi,” kata Ma’ruf Amin dalam keterangan tertulis, Selasa (6/12/2022).
Ma’ruf mengungkapkan, langkah mitigasi yang bisa dilakukan pemerintah daerah yaitu memberikan peringatan ke masyarakat. Selain itu, anggaran untuk penanganan bencana juga harus dialokasikan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”presiden”]
“Warning kepada masyarakat, kemudian juga persiapan-persiapannya, termasuk anggaran yang harus juga disiapkan. Kita sudah meminta mereka untuk bersiap diri menghadapi berbagai kemungkinan itu,” imbuh Ma’ruf.
Selanjutnya, Ma’ruf juga memberikan tanggapan terkait anggaran ketahanan pangan akibat resesi yang diperkirakan terjadi pada 2023 mendatang. Dia menyebut pemerintah sedang melakukan penghitungan ulang mengenai stok bahan pokok.
“Stok beras ini sedang dilakukan penghitungan kembali,” terang Ma’ruf.
Sementara itu, terkait adanya kemungkinan impor beras, Ma’ruf mengatakan, hal tersebut untuk mengantisipasi kebutuhan beras bagi masyarakat Indonesia.
“Kalaupun masalah impor, itu sifatnya antisipatif saja. Kalau memang terjadi kekurangan, maka dilakukan impor. Kalau ternyata nanti dihitung lagi cukup, mungkin tidak perlu impor,” tutur Ma’ruf.
“Jadi, itu sifatnya untuk menanggulangi kalau terjadi kekurangan,” lanjutnya. (nap)






