Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari pentingnya ketepatan dan validitas data dalam rangka pengambilan keputusan.
Hal tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan bagi Surveyor, Program Keluarga Harapan (PKH), Pekerja Sosial (Peksos), dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Pembekalan melalui zoom tersebut berlangsung di ruang Sabha Pambojana, Rumah Rakyat, Rabu (22/11/2023). “Relawan ini merupakan garda terdepan yang menjadi sumber informasi bagi pemerintah kota, sebagai dasar membuat sebuah kebijakan,” ungkap Ning Ita (sapaan akrab, red).
Untuk itu, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini berpesan agar dilakukan briefing secara terus menerus dan monev secara berkala selama seminggu atau dua mingguan. Sehingga, Ning Ita berharap kerja sosial yang dilakukan relawan menjadi efektif.
Tidak hanya itu, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini juga meminta para relawan untuk secepat mungkin melakukan updating data. Sehingga saat menentukan sasaran target bisa lebih cepat untuk percepatan penghapusan kemiskinan.
“Ini dalam rangka mendukung ketepatan sasaran untuk mencapai goal kita dalam percepatan penghapusan kemiskinan di Kota Mojokerto. Menurut data BPS pada tahun 2022 capaian SPM bidang sosial Kota Mojokerto mencapai 99,20 persen,” ujarnya.
Untuk itu, pada kesempatan tersebut, Ning Ita mengapresiasi kinerja surveyor, PKH, PEKSOS, dan TKSK. Menurutnya relawan memiliki tugas mulia. Saat rumuskan strategi yang benar dengan target sasaran yang tepat, tentu akan bisa menghasilkan output dan outcome yang jelas dan terukur. [tin/ted]






