Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menunjukkan respons cepat dalam menangani dampak bencana angin kencang yang terjadi pada akhir Maret 2026. Melalui Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Moch. Rizal Octavian, bantuan langsung disalurkan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan di sejumlah wilayah.
Dalam peninjauan lapangan yang dilakukan Sabtu (4/4/2026), Mas Wabup (sapaan akrab, red) menyambangi empat rumah terdampak di tiga kecamatan, yakni di Kecamatan Sooko, Trowulan, dan Jetis. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah rumah milik Wasita, warga lanjut usia di Dusun Banjarsono, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko.
Di lokasi tersebut, Mas Wabup memastikan kondisi penghuni dalam keadaan selamat meski bagian atap rumah mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang. Ia juga berdialog langsung dengan warga untuk mengetahui kebutuhan mendesak dalam proses perbaikan rumah.
“Yang terpenting keselamatan warga terjaga. Selanjutnya kita pastikan proses perbaikan rumah bisa segera dilakukan,” ungkapnya.
Selain di Kedungmaling, rumah warga lain yang terdampak berada di Dusun Pesanan, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, serta Dusun Ngaglik, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis. Kerusakan yang dialami bervariasi, mulai dari atap rumah hingga struktur bangunan.
Untuk mempercepat pemulihan, Pemkab Mojokerto menyalurkan bantuan berupa material konstruksi seperti kayu, asbes, bata merah, pasir, dan semen. Bantuan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing rumah.
Warga juga menerima paket sembako sebagai dukungan kebutuhan sehari-hari selama masa perbaikan. Mas Wabup menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Sekaligus bentuk perhatian dari Bapak Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra. Pemerintah akan selalu hadir saat masyarakat membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat seperti ini,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada penanganan pascabencana, Pemkab Mojokerto juga mulai mengantisipasi potensi bencana lain yang mungkin terjadi ke depan. Mas Wabup mengungkapkan bahwa wilayah Mojokerto berpotensi menghadapi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan memperkuat langkah mitigasi, termasuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah rawan.
“Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, serta ikut berperan dalam mencegah potensi kebakaran lingkungan,” pungkasnya. [tin/suf]






