Surabaya (beritajatim.com) – Tak bisa dipungkiri bahwa setiap orang pasti memiliki rasa malas. Sehingga karena malas, pekerjaan atau tugas yang seharusnya diselesaikan malah ditunda-tunda.
Jika dalam sekali atau dua kali waktu mungkin bukan masalah besar, namun jika sudah berubah menjadi kebiasaan, maka rasa malas ini akan merugikan kalian. Mulai dari pola hidup yang tidak teratur, pekerjaan tidak selesai tepat waktu, atau mungkin kalian menjadi orang yang tidak produktif.
Rasa malas ini tidak hanya dilawan, namun juga harus diatasi. Untuk mengatasinya, kalian harus mengetahui terlebih dahulu jenis malas apa yang kalian alami. Ada 4 jenis malas, tentunya setiap jenis memiliki penanganan yang berbeda.
Oleh karena itu, berikut adalah 4 jenis rasa malas dan cara mengatasinya yang perlu kalian ketahui!
1. Confusion: “I don’t know what to do”
Rasa malas ini biasanya ditandai dengan rasa bingung untuk memulai sesuatu. Terlebih ketika diberi tanggung jawab baru, karena bingung harus memulai dari mana, biasanya akan timbul rasa malas untuk mengerjakannya. Alhasil tanggung jawab tersebut malah tertunda.
Tak hanya itu, jenis ini juga biasanya dialami oleh orang-orang yang perfeksionis. Mereka tidak akan mulai bergerak jika perencanaan belum matang atau sempurna.
Cara mengatasinya adalah membuat rencana secara bertahap, dimulai dari 1 step di awal saja. Cari tahu apa yang harus dan penting untuk dilakukan terlebih dahulu. Maka rencana selanjutnya pasti akan mengikuti.
2. Lethargy: “I’m too tired. I don’t have the energy”
Untuk yang satu ini, timbul ketika kalian sudah merasa kelelahan. Biasanya karena sebelumnya kalian sudah melakukan tumpukan pekerjaan sehingga energi telah terkuras habis. Tak ada salahnya untuk beristirahat sejenak, namun bukan berarti kalian menjadi malas untuk melanjutkannya.
Seperti yang disebutkan sebelumya, mengatasi kondisi ini tentu saja dengan beristirahat, mandi air hangat, mengisi asupan makanan, atau juga dengan berolahraga. Hal tersebut dilakukan agar pikiran lebih segar dan energi kembali bugar.
3. Neurotic Fear: “I just can’t”
Pada dasarnya, rasa malas ini dilatarbelakangi oleh perasaan takut bahwa kalian tidak akan bisa melakukannya. Ini sangat wajar terjadi, setiap orang pasti pernah merasakannya, meragukan diri sendiri, berpikir bahwa kita tidak mampu dan akan melakukan kesalahan.
Terlebih jika ini adalah pengalaman pertama kalian. Namun sayangnya, ada deadline yang menunggu dan tidak peduli dengan rasa takut kita.
Alih-alih menuruti rasa takut, coba ingat-ingat waktu di mana kalian berhasil melewati rasa takut kalian terhadap hal baru. Yakinkan diri sendiri bahwa menambah hal baru artinya menambah pengalaman, skill, wawasan, atau orang-orang baru di kehidupan kalian. Percaya diri bahwa gagal itu hal biasa agar kalian bisa belajar menjadi lebih baik lagi.
4. Apathy: “I just don’t care about anything”
Tak memiliki alasan tertentu untuk malas dan tak memperdulikannya? Ingatlah bahwa kalian perlu produktif untuk bertahan hidup.
Katakanlah kalian perlu berkerja untuk mencari makan atau beribadah untuk mengisi kekosongan batin. Jika merasa malas untuk melakukan itu, maka ada konsekuensi yang akan kalian terima, hidup menjadi kosong dan terasa tidak challenging.
[berita-terkait number=”3″ tag=”puasa”]
Mulailah dengan mencari sesuatu yang kalian pedulikan atau kalian sukai. Jadikan hal tersebut sebagai reward jika kalian bisa melawan rasa malas.
Misalnya, kalian akan pergi berbelanja setelah pekerjaan selesai. Hal itu tentu bisa menjadi motivasi kalian untuk menyelesaikan tugas dengan tepat waktu.
Tidak ada rasa malas yang tidak bisa dilawan. Bergantung kepada pribadi masing-masing, apakah memiliki niat dan mau berkomitmen untuk melawannya, atau tidak sama sekali. Perlu diingat bahwa menjadi orang malas hanya akan membawa kalian pada kerugian dan penyesalan. (mnd/ian)






