Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menjadi salah seorang narasumber pada forum Indonesia Investment, Economic and Regulatory Outlook di Tokyo pada 26 Mei 2025.
Forum investasi yang diselenggarakan Atsumi & Sakai ini turut dihadiri Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi, penasihat senior BKPM, Deputi Menko Perekonomian, dan narasumber dari dunia keuangan serta perbankan internasional. Seperti MUFG, SBI Holdings dan PayTM.
Emil menekankan, pentingnya mengawal investasi Jepang di tengah gonjang-ganjing perekonomian dunia.
Alumni program doktor dari Ritsumeikan Asia Pacific University Jepang ini juga menyempatkan menemui investor besar asal Jepang, di antaranya Mitsui yang sedang mengembangkan investasi di sektor makanan olahan, Itochu di bidang perikanan dan kopi olahan, Riken NPR Corp di bidang komponen otomotif dan investor lainnya yang meminati bidang energi terbarukan, kimia dan mineral, serta sektor perdagangan.
Perjalanan Emil dipastikan tidak membebani APBD Jatim. Ini karena Emil hadir sebagai narasumber undangan, dan tiket perjalanan serta akomodasi ditanggung panitia penyelenggara forum.
“Suatu kehormatan bisa mendapat kesempatan memaparkan potensi investasi di Jawa Timur pada forum Indonesia Investment, Economic and Regulatory Outlook 2025 di Tokyo, bersama narasumber dari perwakilan kementerian lembaga terkait dan lembaga keuangan serta perbankan internasional,” tutur Emil.
Di tengah dinamika dan tantangan perekonomian dunia, investasi dari Jepang menduduki peringkat keempat di Jawa Timur (kumulatif 2010-2025). Investasi berbagai negara dan dalam negeri secara keseluruhan sepanjang 2019-2023 mengalami peningkatan tiga kali lipat dari Rp 51,2 triliun di 2018 menjadi Rp1 45,1 triliun di 2023, hingga menjadi kontributor penting pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
“Terima kasih juga kami haturkan kepada Duta Besar RI untuk Jepang, Bapak Heri Akhmadi yang telah aktif menjaga kepercayaan investor Jepang kepada Indonesia, termasuk Jawa Timur. Pada kesempatan ini, kami turut bertemu dengan segenap investor di Jepang seperti Itochu yang berinvestasi di industri perikanan dan kopi, Mitsui yang berinvestasi di industri ritel makanan olahan, Riken NPR Corp yang berinvestasi di pabrik komponen otomotif, dan masih banyak lagi rencana investasi strategis di bidang energi terbarukan, kimia dan mineral, serta perdagangan. Investasi yang tengah berjalan dan akan dikembangkan penting dalam menjaga ketersediaan beribu lapangan kerja di Jatim,” jelasnya.
“Sebelum kembali ke tanah air, kami akan melanjutkan agenda dua hari ke depan untuk menemui Wagub Osaka selaku mitra Sister Province selama 41 tahun sejak 1984, dan memaparkan potensi investasi Jepang di Indonesia Business Forum pada Osaka World Expo. Ini karena Jatim menjadi provinsi yang terpilih oleh pemerintah pusat. Kami akan turut mengunjungi Yamaha, sebagai wujud apresiasi atas komitmen menjaga keberlangsungan usahanya di Jatim,” pungkasnya. [tok/aje]






