Blitar (beritajatim.com) – Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, mengunjungi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada Rabu, 16 April 2025. Kunjungan ini merupakan upaya konkret Pemerintah Kabupaten Blitar untuk mengatasi masalah infrastruktur jalan yang masih menjadi keluhan utama masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Wabup Beky bersama jajarannya membawa sejumlah proposal penting terkait perbaikan infrastruktur, termasuk usulan rehabilitasi jalan-jalan rusak yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Blitar. Namun demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi terkait besaran anggaran yang akan digelontorkan oleh Kementerian PU.
“Belum (ada keputusan) karena yang kita sampaikan ini proses, kita kan mengkonfirmasi proses lanjutannya itu,” ungkap Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rully Wahyu Prasetyowanto, pada Jumat, 18 April 2025.
Rully menjelaskan bahwa pertemuan ini lebih difokuskan untuk mengonfirmasi ulang proses usulan dari Pemerintah Kabupaten Blitar. Dalam audiensi tersebut, dukungan Pemerintah Kabupaten Blitar terhadap program prioritas nasional kembali ditegaskan, namun belum disertai dengan keputusan teknis maupun alokasi anggaran.
“Dalam pertemuan kemarin masih sebatas kita menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Blitar terkait program prioritas nasional,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Blitar sendiri telah menyiapkan dokumen usulan secara rinci dan mendalam. Namun, proses administrasi dan teknis di kementerian masih terus berjalan sehingga belum bisa memberikan keputusan akhir. “Kalau bahan kita saya rasa cukup detail,” tegas Rully.
Usulan yang telah disampaikan saat ini masih dalam tahap verifikasi di tingkat pejabat Kementerian PU. Jika telah memenuhi syarat, berkas akan segera dilaporkan kepada Menteri PU untuk ditindaklanjuti. “Masih diterima, nantinya akan dilaporkan ke pimpinan beliau,” ujarnya.
Di sisi lain, masyarakat Kabupaten Blitar berharap besar pada pemerintah agar segera merealisasikan perbaikan jalan. Hingga awal tahun 2025 ini, masih banyak ruas jalan yang mengalami kerusakan parah, berlubang, dan membahayakan pengendara.
Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Pada tahun 2025, anggaran infrastruktur Kabupaten Blitar mengalami penurunan drastis dari Rp150 miliar pada tahun sebelumnya menjadi hanya Rp80 miliar.
Hal ini diakui membuat Pemerintah Kabupaten Blitar belum mampu melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh.
“Memang kondisinya seperti itu, makanya Pemerintah Kabupaten Blitar terus berupaya untuk melakukan perbaikan jalan,” kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli Kurniawan.
Berdasarkan data terbaru, sekitar 20 persen dari total jalan di Kabupaten Blitar masih dalam kondisi rusak. Hingga Februari 2025, tercatat sekitar 297 kilometer jalan rusak tersebar di berbagai kecamatan. Pemerintah daerah pun dituntut untuk bekerja ekstra agar kondisi infrastruktur dapat segera diperbaiki demi mendukung aktivitas warga dan perekonomian lokal. [owi/suf]







5 Komentar
Enek jeneng,, enek jenang… Gaaasskaaan jiii ..
Kementerian PU kenapa selalu sperti itu…duh sebagai pengguna jalan berharap orang PU ini knpa gitu…
Andai gubernur kita seperti gubernur Jawa barat!pasti segera terselesaikan infrastruktur2 jalan yg rusak
Perbaikan jalan di kab. Blitar kwalitasnya memprihatinkan,
Baru 2 minggu sudah brodol
Efisiensi dari anggaran 150 jadi 80 miliar skg, seharusnya sblm ada efisiensi jln2 di kab blitar dulu dgn anggaran 150 lbh bagus dan kelihatan skg.