Blitar (beritajatim.com) – Mantan Wakil Bupati (Wabup) Blitar Rahmat Santoso telah memberikan keterangan ke penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Blitar terkait TP2ID dan kasus korupsi DAM Kali Bentak. Rahmat mengaku telah memberikan semua informasi yang dia tahu.
Wabup Blitar itu pun mengaku telah bongkar-bongkaran informasi mengenai dugaan kasus korupsi di lingkup Pemerintah Kabupaten Blitar. Bagi Rahmat kasus korupsi merupakan kejahatan extraordinary yang harus dibongkar.
“Bongkar-bongkaran itu kan sepengetahuan saya saja dan sepengertian saya,” kata Rahmat Santoso, Wabup Blitar, Kamis (20/3/2025).
Rahmat pun juga telah memberikan keterangan terkait Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (TP2ID). Mantan Wabup Blitar itu pun telah memberikan semua informasi yang ditanyakan oleh tim penyidik Kejari Kabupaten Blitar terkait TP2ID.
“Ya kan kalian semua sudah tahu kalau banyak yang profesional mengundurkan diri tinggal yang itu-itu saja, kalau tinggal yang itu-itu saja ya,” imbuhnya.
Meski bongkar-bongkaran soal TP2ID, namun Rahmat tidak bisa memastikan apakah lembaga itu berkaitan dengan proyek dan korupsi yang terjadi di lingkup Pemkab Blitar. Namun menurut Rahmat, orang-orang yang ada di dalam TP2ID tersebut merupakan tenaga ahli termasuk dalam pemilihan rekanan proyek.
“Kalau itu-itu saja ya itu yang ahli-ahlinya dalam memilih proyek dan PT,” tegasnya. [owi/beq]






