Mojokerto (beritajatim.com) – Valentine Day atau Hari Kasih Sayang meski bukan budaya dari Indonesia, toh perayaannya banyak dimanfaatkan khususnya kalangan remaja. Momen ini menjadi berkah dua mahasiswa di Kota Mojokerto sejak awal Februari 2023 lalu.
Jasa pembuatan buket bunga artifisial (palsu/plastik) milik Restu Susetiyo Rini (21) ini diserbu pembeli. Sejak awal bulan Februari 2023 lalu, bisnis yang dibangun bersama kekasihnya, Yordan Nagara Yannot Tamma (23) ini banyak menerima pesanan.
“Sudah ada pesanan dari awal bulan Februari, kami memang open order. Pesanan jelang Hari Valentine naik empat kali lipat dibanding hari biasa, satu hari dari awal bulan bisa buat 10 sampai 20 an buket,” ungkap owner YR Bouqet, Selasa (14/2/2023).
Perempuan asal Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo ini mengaku, jika permintaan meningkat tajam selama bulan Februari ini. Biasanya dalam sehari pesanan hanya satu sampai lima buket, namun di bulan kasih sayang tersebut mencapai 10 hingga 20 buket perharinya.
“Ada yang isinya bunga artifisial, ada yang ditambahin coklat, boneka, uang, tergantung customer maunya apa. Harga mulai Rp50 ribu tergantung isi buketnya. Yang lagi favorit bouqet artificial pink sweet, black sweet, white sweet, sama yang full mawar merah di bentuk bulat gitu,” jelasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Mojokerto”]
Mahasiswa Universitas Malang, jurusan PGSD, angkatan 2019 ini menjelaskan, jika bisnis tersebut digeluti bersama sang kekasih sejak tahun 2021 lalu. Dari keisengan Restu saat kuliah daring dan dukungan materiil maupun moril dari sang kekasih, usaha tersebut dirintis bersama.
“Awalnya pemasarannya secara online. Pas 2021 itu kan kuliah daring, dari iseng-iseng ternyata sampai sekarang. Saya terus berinovasi dalam membuat buket agar selalu memberikan banyak pilihan ke customer. Mulai dari berbagai macam buket artificial, uang dan balon,” katanya.
Di Gg Surodinawan I, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, ia memulai usahanya bersama sang kekasih yang merupakan mahasiswa Unimas Mojokerto. Hingga kini, bisnisnya terus berkembang, baik dari jumlah customer maupun pendapatan.
“Sejauh ini masih melayani permintaan lokal saja, kita hanya melayani area Mojokerto belum sampai luar kota karena terbatas tenaga juga dan persoalan ekspedisi (takut rusak),” pungkasnya. [tin/beq]






