Blitar (beritajatim.com) – Produksi daging sapi di Kabupaten Blitar pada 2023 mencapai 1.295,07 ton per tahun. Jumlah itu terbilang cukup banyak untuk wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil telur terbanyak di Jawa Timur bahkan Indonesia.
Adanya Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada 2022-2023 lalu sempat menjadi ancaman serius untuk produksi daging sapi di Kabupaten Blitar. Tidak tinggal diam, Pemerintah Kabupaten Blitar menggencarkan vaksinasi PMK ke seluruh sapi milik para peternak di Bumi Penataran.
“Sehingga tentu kami, Dinas Peternakan dan Perikanan terus bersinergi dengan Provinsi Jawa Timur dan nasional untuk menjalankan program-program kementerian ataupun nasional atau pun bantuan ternak atau pelatihan-pelatihan akan kami maksimalkan betul,” ucap Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Eko Susanto, Selasa (12/11/2024).
Data yang dimiliki oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar jumlah populasi sapi potong di Bumi Penataran mencapai 142.068 ekor. Sementara data per September 2024 ini jumlah populasi sapi potong di Kabupaten Blitar mencapai 141.515 ekor.
Jumlah populasi sapi pedagang tersebut sebenarnya sudah bisa mencukupi kebutuhan daging di Kabupaten Blitar. Namun demikian Pemerintah Kabupaten Blitar terus berupaya meningkatkan populasi sapi pedaging dan mempertahankan populasi yang ada dengan cara penggencaran vaksinasi PMK.
“Target swasembada otomatis kan populasinya harus meningkat dan seterusnya tentu supporting dari kesehatan hewan juga penting nih,” tegasnya.
Selain penggencaran vaksinasi PMK, Pemerintah Kabupaten Blitar tengah menggencarkan sosialisasi perihal pengembangan industri peternakan sapi potong. Pengenalan teknologi reproduksi dan teknologi pangan ternak untuk meningkatkan produktivitas daging juga terus dilakukan. [owi/beq]






