Surabaya (beritajatim.com) – Uston Nawawi berhasil membawa kebangkitan tim Persebaya di laga melawan Bhayangkara FC. Usahanya mengembalikan mental pemain tak sia-sia.
Mantan pelatih Laga FC ini memberikan pemahaman kepada para pemainnya sebelum bertanding dengan menerapkan 3 K.
“Saya tekankan kita itu bukan bisa menang tapi mau menang atau tidak itu mental makanya pemain harus memiliki 3 K kesadaran, keikhlas dan kerja keras,” ungkapnya.
Keberhasilan Persebaya Surabaya mencuri 3 poin tak luput dengan campur tangan Aji Santoso, pasalnya secara teori dan praktek Uston masih melakukan komunikasi dan bertanya hal apa yang perlu dilakukan di pertandingan.
“Tentu saya masih berkomunikasi dan berbicara tentang pertandingan ini, saya tetap respec karena beliau adalah guru saya di dunia sepak bola dan pelatih,”imbuh Uston.
Baca Juga: Persebaya Akhiri Puasa Kemenangan, Tundukkan BFC di Bekasi
Di minggu ke delapan ini Persebaya Surabaya bisa tersenyum lega, pasalnya terlepas dari zona merah di posisi klasemen bawah bersama dengan Arema FC dan Bhayangkara Presisi.
Tim asal kota Surabaya saat ini berada di posisi 15 dengan jumlah poin sebanyak 8, dengan 7 kali pertandingan 2 kali raih kemenangan, 3 kali kekalahan dan 2 kali seri. (way/ted)






