Lamongan (beritajatim.com) – United States Agency for International Development (USAID) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memberikan dukungan dan pendampingan Percepatan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kabupaten Lamongan, melalui program MENTARI Primary Health Care (PHC).
Peluncuran MENTARI-PHC ditandai dengan Wrokshop dan Kick Off Integrasi Layanan Primer di Aula Rumah Sakit Muhamadiyah Lamogan, Kamis (11/7/ 2024).
Dukungan yang diberikan USAID MENTARI-PHC menitikberatkan pada tiga poin utama. Yakni meningkatkan
kapasitas nakes dan kader posyandu, pendampingan implementasi ILP di Puskesmas, Pustu dan Posyandu, serta pendampingan advokasi kebijakan terkait ILP.
Sekretaris Dinkes Provinsi Jawa Timur, Mohamad Yoto, menyampaikan bahwa ILP perlu dukungan dari lintas sektor, karena pada hakikatnya ILP adalah upaya bersama untuk meningkatkan derajat dan status kesehatan masyarakat.
“Melalui ILP semua pihak yang terlibat mengupayakan agar masyarakat dapat lebih dekat dengan layanan kesehatan,” tuturnya.
Kehadiran perwakilan USAID, Sigit Sulistyo, sebagai Team Lead Kesehatan Ibu dan Anak USAID Indonesia, mengapresiasi dukungan Muhammadiyah, Pemprov, Pemda, serta lintas sektor lainnya dalam pelaksanaan ILP di Lamongan.
“Lamongan sebagai salah satu kota yang mendapatkan dukungan dari USAID,” kata Sigit.
Sementara MPKU PP Muhammadiyah, yang diwakili oleh Solihul Absor, menekankan peran Muhammadiyah dalam membangun kesehatan bangsa.
Sholihul menyampaikan bahwa organisasi yang baik adalah organisasi yg memberikan manfaat bagi masyarakat umum, tidak hanya untuk anggotanya saja. Melalui program USAID MENTARI-PHC, bersama dengan USAID dan lintas sektor.
“Muhammadiyah berkomiten untuk membantu pemerintah dalam transformasi kesehatan yakni ILP,” tuturnya.
Disampaikan Distric Koordinator USAID MENTARI-PHC, Afan Alfian, bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk membentuk dukungan dan komitmen pemerintah Lamongan hingga ke tingkat desa dalam penyelenggaraan integrasi layanan primer, menjalin kerjasama dan koordinasi yang baik antar instansi serta mitra di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten.
Kemudian melaksanakan integrasi layanan primer di tiga Puskesmas pilot project beserta jejaringnya, yakni Puskesmas Mantup, Puskesmas Karanggeneng, dan Puskesmas Glagah dengan masing-masing 2 Pustu dan 2 Posyandu.
“Serta membangun komunikasi, koordinasi, dan kesamaan persepsi di antara pemerintah Kabupaten Lamongan dalam upaya implementasi integrasi layanan primer,” katanya.
Sementara itu, dalam penutupan sambutannya, Direktur Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes, dr. Elvieda Sariwati, menekankan bahwa hasil yang diharapkan dari ILP sendiri, yakni terbentuknya pelayanan kesehatan dengan konsep person centered atau sasaran siklus hidup.
“Yaitu kesehatan yang dilaksanakan dengan semangat berbagi informasi, membangun partisispasi, dan kolaborasi antar pasien, keluarga, masyarakat dengan penyediaan layanan kesehatan,” ujarnya. (fak/ted)






