Lamongan (beritajatim.com) – Tikus kembali menjadi ancaman utama bagi petani di Kabupaten Lamongan pada awal musim tanam. Budang persemaian padi yang baru tumbuh kerap menjadi sasaran hama, menyebabkan benih rusak sebelum dipindah ke lahan produksi.
Para petani terpaksa memberikan perlindungan ekstra agar persemaian mereka tidak diserang. Mereka memasang pagar plastik atau talang air lembaran di sekeliling budang persemaian. Namun upaya itu belum sepenuhnya efektif. Arifin, petani di Kecamatan Sugio, menyebut patroli malam tetap menjadi keharusan.
“Karena meskipun sudah dipagari, tikus masih bisa masuk. Makanya kami harus terus mengontrol saat malam hari. Dan ada saja tikus yang masuk. Kadang dua, kadang juga sampai 4 ekor yang bisa ditangkap di dalam budang persemaian,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Mugito, membenarkan bahwa hama tikus masih menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan produksi padi. Menurutnya, serangan sejak dini dapat menyebabkan kerugian besar, terutama pada fase kritis pertumbuhan tanaman.
“Jika tidak dikendalikan sejak dini, serangan hama tikus dapat mengakibatkan kerugian signifikan,” katanya.
Mugito menekankan pentingnya pengendalian tikus yang dilakukan secara serempak, gotong royong, dan berkelanjutan.
“Pengendalian tikus harus dilakukan bersama-sama. Pencegahan lebih efektif dibanding penanganan saat populasi sudah tinggi,” tuturnya. Ia merekomendasikan langkah pencegahan melalui pembersihan gulma, perbaikan saluran irigasi, serta penutupan lubang aktif yang menjadi sarang tikus.
Pola tanam serempak juga dinilai efektif menekan populasi hama. Selain itu, Dinas Pertanian terus menggencarkan pengendalian aktif bersama petani melalui gropyokan massal, pemasangan Trap Barrier System (TBS), pengasapan lubang, serta penggunaan rodentisida sesuai petunjuk petugas lapangan.
“Langkah-langkah ini diharapkan dilakukan secara terkoordinasi melalui kelompok tani, penyuluh pertanian lapangan, serta pemerintah desa,” ujarnya.
Mugito mengimbau petani segera menghubungi penyuluh pertanian BPP kecamatan apabila menemukan tanda-tanda serangan tikus di lahan mereka. “Dengan kerja sama dan langkah yang tepat, serangan hama tikus dapat diminimalkan, sehingga tanaman tetap aman dan hasil panen meningkat,” ucapnya. [fak/beq]






