RINGKASAN BERITA:
Sebanyak 97.139 jemaah haji dari 250 kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga 5 Mei 2026.
Tercatat 10 jemaah wafat dan 70 jemaah masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan rujukan.
Kemenhaj mendorong penggunaan aplikasi Kawal Haji untuk pelaporan kendala layanan secara real-time.
Total 29.497 jemaah telah mendapatkan tasreh resmi untuk memasuki Raudhah melalui aplikasi Nusuk.
Makkah (beritajatim.com) – Sebanyak 97.139 jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam 250 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga hari ke-16 operasional haji 1447 H/2026 M.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kini memfokuskan layanan pada penguatan bimbingan ibadah, perlindungan jemaah melalui optimalisasi aplikasi digital Kawal Haji, serta pemantauan kesehatan intensif guna menghadapi suhu panas di Arab Saudi.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib terus berlangsung secara bertahap dan terkendali. Hingga Selasa (5/5/2026), tercatat 34.244 jemaah telah berada di Makkah dalam pengawalan ketat petugas di seluruh titik layanan.
Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas penyelenggaraan ibadah tahun ini. “Seluruh proses pergerakan jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas. Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan tertib sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci,” ujar Suci dalam keterangan resminya.
Layanan Kesehatan dan Data Jemaah Wafat
Di sisi kesehatan, tim medis mencatat sebanyak 12.725 jemaah menjalani rawat jalan di berbagai fasilitas yang tersedia. Meski mayoritas dalam kondisi baik, terdapat 232 jemaah yang harus dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) dan 70 jemaah lainnya masih menjalani perawatan intensif.
Kemenhaj juga melaporkan duka cita atas wafatnya seorang jemaah bernama Aen Soleh Salimar dari kloter JKS 05 asal Kabupaten Bogor pada 5 Mei 2026. Kejadian ini menambah total jemaah yang wafat menjadi 10 orang sejak awal operasional.
“Pemerintah akan terus memastikan layanan kesehatan berjalan optimal, baik di kloter, sektor, maupun fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi,” tambah Suci.
Optimalisasi Bimbingan Ibadah dan Kawal Haji
Aspek bimbingan ibadah (Bimbad) juga menjadi perhatian utama petugas di lapangan. Hingga hari ke-16, sebanyak 29.497 jemaah telah memperoleh tasreh (izin) resmi untuk masuk ke Raudhah, termasuk 341 izin baru yang diterbitkan pada Selasa kemarin. Jemaah diingatkan untuk tetap disiplin menggunakan aplikasi Nusuk sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Guna memperkuat perlindungan, Kemenhaj mendorong jemaah maupun keluarga di Indonesia untuk memanfaatkan aplikasi Kawal Haji. Kanal digital ini berfungsi sebagai sarana pengaduan real-time terkait layanan akomodasi, transportasi, katering, hingga laporan kehilangan barang atau jemaah yang terpisah dari rombongan.
“Aplikasi Kawal Haji menjadi instrumen penting dalam memastikan layanan yang responsif, transparan, dan akuntabel. Kami mengajak jemaah dan keluarga untuk aktif memanfaatkannya,” tegas Suci.
Imbauan Cuaca Ekstrem
Mengingat suhu di Madinah dan Makkah yang kini berfluktuasi antara 37 hingga 39 derajat Celsius, jemaah diminta untuk tidak meremehkan kondisi fisik.
Petugas mengimbau agar para tamu Allah membatasi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, menjaga asupan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi, dan rutin berkonsultasi dengan tim medis kloter.
Sinergi antara Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dengan petugas resmi pemerintah menjadi kunci kelancaran fase ini. Kemenhaj mengapresiasi kedisiplinan jemaah yang telah mematuhi protokol kesehatan dan aturan otoritas setempat demi menjaga keselamatan bersama di Tanah Suci. [ian]






