Ponorogo (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo beberapa hari terakhir mengumpulkan ratusan mobil ambulans desa di halaman Gedung Terpadu. Pengumpulan itu dilakukan untuk pemeriksaan terhadap kondisi terkini mobil tersebut.
Hal itu dilakukan sebagai upaya preventif dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan di desa-desa Ponorogo. Dengan pemeriksaan, diharapkan semua ambulans desa dapat berfungsi optimal, mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat, dan siap digunakan kapan saja dalam kondisi darurat.
“Pemeriksaan mobil ambulan desa ini sudah sejak beberapa hari ini. Karena keterbatasan tenaga, ya kita lakukan bergantian,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Ponorogo, Mietha Ferdiana Putri, Kamis (30/5/2024).
Data dari Dinkes Ponorogo, tercatat ada 150 ambulan desa yang akan diperiksa. Sejak hari Senin (27/5) lalu, secara bergantian mobil itu dibawa ke halaman Gedung Terpadu untuk mendapatkan pemeriksaan.
“Pemeriksaan kita lakukan sejak pagi hingga siang, secara bergantian,” katanya.
Petugas mendapati beberapa temuan saat pemeriksaan ambulan desa itu. Mulai dari alat kesehatan yang tidak terpasang, selang kesehatan yang harusnya diganti dan tabung oksigen yang tidak terisi penuh.
Menurut Mietha, kesalahan atau kekurangan itu tergolong minor. Dinkes Ponorogo meminta pihak desa masing-masing untuk segera membenahi seluruh kekurangan tersebut.
“Kekurangannya harus segera dipenuhi, sebagai antisipasi jika mobil ambulans desa ini dibutuhkan dalam kondisi darurat,” katanya.
Selain untuk keadaan darurat, mobil ambulans desa ini juga diizinkan untuk digunakan dalam kondisi non-darurat. Dengan pemeriksaan ini, diharapkan semua ambulans desa dapat berfungsi optimal. Langkah ini dianggap penting untuk memastikan bahwa ambulans desa selalu dalam kondisi siap pakai, baik untuk kebutuhan darurat maupun non-darurat.
“Tidak hanya mobilnya yang diperiksa, sopir dan petugas kesehatan desa juga kita berikan ilmu dasar kegawatdaruratan,” pungkasnya. [end/beq]






