Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengambil sumpah jabatan 16 dokter baru. Mereka dikukuhkan usai mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unusa, Dr Handayani mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah memiliki CBT Center dan OSCE Center yang dipakai untuk pelaksanaan ujian UKMPPD. “Keberadaan CBT Center dan OSCE Center ini sangat penting dan mendukung kelulusan mahasiswa FK Unusa, karena menjalani ujian di kampus sendiri akan membuat mahasiswa kita lebih percaya diri dalam melaksanakan ujian,” ungkap Handayani, Kamis (26/1/2023).
Di sisi lain, Handayani menyebut abhwa 90 persen mahasiswa yang lulus merupakan first taker. Sehingga, hal ini menjadi patokan keberhasilan dan mutu pembelajaran, serta menentukan penilaian akreditasi FK Unusa. “Nilai baik jika angka kelulusan di atas 80 persen. FK Unusa di atas 90 persen yang lulus fisrt taker,” sebutnya.
Baca Juga: Unusa Surabaya Dukung Mahasiswa Kedokteran untuk Berwirausaha
Di kesempatan sama, Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie berharap ke depan FK Unusa bisa segera mendapatkan akreditasi unggul. “FK Unusa memang masih terakreditasi sangat unggul. Ke depan, dengan catatan prestasi ini, dalam waktu yang tidak lama lagi bisa memperoleh akreditasi unggul,” harapnya.
Sekedar informasi, kali ini Unusa Surabaya melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 16 dokter baru Peserta Pendidikan Profesi Dokter Unusa. Mereka adalah angkatan ke-6 yang dikukuhkan menjadi dokter usai mengikuti ujian UKMPPD. [ipl/suf]






