Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperingati Hari Puisi Nasional ke-77 dengan meluncurkan buku puisi dan parade sastra di Kampus C Unusa, Selasa (28/4/2026).
Momentum wafatnya penyair Chairil Anwar ini ditandai peluncuran buku ‘Belajar Mencintai-Mu’ karya dosen Suharmono Kasiyun. Karya tersebut merangkum refleksi cinta dalam dimensi personal, sosial, hingga spiritual.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unusa, Dr Nafiah, menyebut agenda ini sebagai langkah menghidupkan ruang literasi bagi mahasiswa. Kampus ingin mengenalkan sastra sebagai medium berpikir.
“Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, merenung, dan memahami kehidupan secara lebih mendalam,” ujar Nafiah.
Ia menilai puisi menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengasah kepekaan hati. Sementara itu, peluncuran buku karya dosen membuktikan tradisi akademik tetap tumbuh dinamis di luar ruang kelas.
“Mahasiswa perlu melihat bahwa dosen bukan hanya mengajar, tetapi juga berkarya. Ini menjadi inspirasi agar budaya menulis, membaca, dan berkreativitas terus tumbuh,” imbuhnya.
Sejumlah tokoh sastra Jawa Timur seperti Aming Aminoedin, Toto Sonata, Amang Mawardi, hingga Riadi Ngasiran turut hadir. Mereka memberikan perspektif terkait peran sastra dalam membangun karakter manusia.
Suasana kampus tampak hidup saat mahasiswa FKIP bergantian membacakan puisi di atas panggung. Acara ini sekaligus menegaskan ekosistem akademik Unusa yang memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai seni. [ipl/kun]






