Ringkasan Berita
* Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) mengimbau para orang tua untuk meningkatkan literasi nutrisi dengan membiasakan diri membaca daftar komposisi produk anak, bukan sekadar melihat klaim pemasaran.
* Pemahaman mengenai bahan utama, proses pengolahan, serta batasan gula tambahan sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak yang optimal di 1000 Hari Pertama Kehidupan.
—————————————————————-
Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah melimpahnya produk nutrisi untuk anak di pasaran, orang tua diingatkan untuk lebih kritis dalam memilah asupan bagi buah hati. Membaca daftar komposisi secara cermat kini menjadi keharusan, guna memastikan anak mendapatkan nutrisi yang berkualitas dan seimbang, tidak sekadar tergiur oleh klaim promosi di bagian depan kemasan.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menegaskan bahwa pemenuhan nutrisi, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, adalah fondasi krusial bagi pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan sistem imun anak.
Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai apa yang dikonsumsi anak adalah langkah awal menjaga kualitas tumbuh kembang tersebut.
“Klaim dan kandungan tambahan pada kemasan sering kali hanya menggambarkan sebagian kecil dari produk. Orang tua sebaiknya melihat lebih jauh ke daftar komposisi untuk memahami bahan utama serta proses pengolahannya,” ujar Prof. Rini di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Agar orang tua tidak kebingungan, Prof. Rini memberikan empat langkah praktis saat memeriksa label produk nutrisi:
1. Periksa Urutan Bahan: Komposisi yang tercantum di urutan pertama adalah bahan yang paling dominan. Pastikan bahan tersebut sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak.
2. Pahami Sumber Bahan Utama: Pada produk berbasis susu, perhatikan apakah bahan dasarnya adalah susu segar atau susu bubuk/rekonstitusi. Proses pengolahan yang berbeda memengaruhi keutuhan nutrisi di dalamnya, terutama pada komponen yang sensitif terhadap panas.
3. Waspadai Gula Tambahan: Kenali berbagai istilah gula tambahan seperti sukrosa, fruktosa, atau sirup jagung. Paparan rasa manis berlebih sejak dini berisiko memengaruhi preferensi makan anak dan meningkatkan risiko obesitas.
4. Integrasi dengan Nilai Gizi: Jangan membaca daftar komposisi secara terpisah. Tabel Informasi Nilai Gizi dan daftar komposisi harus dilihat bersamaan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kualitas nutrisi per sajian.
Prof. Rini juga mengingatkan bahwa produk nutrisi hanyalah pelengkap. Pola makan yang bervariasi, seimbang, dan lingkungan makan yang mendukung tetap menjadi kunci utama.
“ASI tetap menjadi sumber nutrisi terbaik. Pilihlah produk nutrisi yang sesuai dengan tahapan usia dan selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika diperlukan,” tutupnya.[rea]






