Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, menyempatkan untuk berkunjung ke Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) pada Senin (4/8/2025) sore. Ia ingin mengenal lebih dekat inovasi-inovasi teknologi yang dikembangkan Unusa.
Rektor Unusa, Prof. Achmad Jazidie, menyambut baik kunjungan itu, dan menyatakan bahwa dukungan dari pemerintah akan mendorong kampus-kampus untuk terus berinovasi dan menjawab tantangan masyarakat dengan pendekatan ilmiah dan solutif.
Baginya, kunjungan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata sinergi kampus dan negara dalam memajukan ekonomi berbasis pengetahuan.
Pihaknya berkomitmen menjadi institusi yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul, tetapi juga solusi nyata untuk bangsa. “Kunjungan ini memotivasi kami untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, demi kemajuan bangsa,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).
Dalam kunjungan itu, Riefky secara khusus mengapresiasi Mobile Water and Incinerator, teknologi portabel yang mampu mengolah limbah sekaligus menyediakan akses air bersih secara efisien. Inovasi ini dinilai potensial untuk diterapkan di wilayah terpencil, daerah bencana, dan kawasan minim infrastruktur.
“Saya sangat kagum dengan inovasi mahasiswa dan dosen Unusa. Ini contoh konkret bagaimana institusi pendidikan bisa menghasilkan solusi aplikatif dan berdampak luas,” kata Riefky.
“Inovasi seperti Mobile Water and Incinerator dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi yang sedang kami dorong,” tambahnya.
Didukung oleh PT Pelindo Peti Kemas, Mobile Unusa, nama lain dari kendaraan inovatif ini, mengintegrasikan teknologi pengolahan sampah dan pemurnian air. Seluruh suku cadang berasal dari produksi dalam negeri, dengan biaya produksi yang efisien dan terjangkau.
Teknologi tersebut sebelumnya juga telah diperkenalkan kepada Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy, dan terus menarik minat pemerintah pusat karena relevansinya dalam upaya pemulihan pascabencana dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Riefky juga memaparkan strategi pengembangan 17 subsektor ekonomi kreatif, penguatan rantai nilai industri kreatif, hingga pendekatan hexahelix, yakni kolaborasi antara akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, media, dan investor. Kampus seperti Unusa, menurutnya, menjadi aktor penting dalam proses ini.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, untuk menindaklanjuti kemungkinan kerja sama riset dan implementasi inovasi teknologi. “Kami melihat inovasi dari lembaga pendidikan seperti Unusa sebagai harapan nyata bagi masa depan industri kreatif nasional,” tandas Cecep. [ipl/ian]






