Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menargetkan seratus dosen berstatus profesor pada 2028. Hingga tahun ini 84 orang dosen sudah berstatus guru besar.
Rektor Iwan Taruna mengatakan, para guru besar adalah motor utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Mereka juga memperluas jaringan kerja sama akademik, serta memastikan bahwa perguruan tinggi ini terus berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Profesor juga menjadi teladan bagi sesama dosen, karena pencapaian ini mencerminkan dedikasi, kerja keras, serta kontribusi akademik yang signifikan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat. Mereka bertugas mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Unej saat ini menyiapkan program hibah percepatan guru besar hingga insentif bagi dosen yang akan mempublikasikan hasil penelitiannya ke jurnal ilmiah terakreditasi internasional. “Saya optimis sebelum tahun 2028 nanti jumlah profesor di Unej sudah mencapai tiga digit,” kata Iwan Taruna, sebagaimana dilansir Humas Unej, Minggu (16/2/2025).
Ketua Senat Unej Andang Subaharianto mengingatkan kewajiban guru besar untuk konsisten berkarya, berinovasim dan terus berkontribusi nyata bagi bangsa. “Bukannya seperti pohon pisang yang setelah berbuah kemudian mati,” katanya mengutip pesan guru Ilmu Sejarah Indonesia, Sartono Kartodirdjo.
Empat guru besar yang baru dikukuhkan di Gedung Auditorium Unej, Sabtu, (15/02/2025). adalah Puspita Sari dari Fakultas Teknologi Pertanian. Tri Chandra Setiawati dari Fakultas Pertanian, Novi Puspitasari dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan I Gede Widhiana Suarda dari Fakultas Hukum.
Puspita Sari menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Pengembangan Ingredien Fungsional dan Pangan Fungsional Berbasis Antosianin”. Tri Chandra Setiawati membawakan orasi ilmiah berjudul ”Peran Aspek Biologi Tanah Dalam Meningkatkan Ketersediaan Nutrisi dan kesehatan Tanah”.
Novi Puspitasari menulis karya ilmiah berjudul “Islamic Split Fund Theory: Fundamental Pengelolaan Dana pada Operator Takaful dalam Mendukung Spin Off Unit Syariah dan Perekonomian Nasional”. I Gede Widhiana Suarda berorasi tentang “Pidana Mati di Indonesia: Mengubah Sebuah Warisan Kolonial”. [wir]






